Pelabuhan Aji Bata Di Danau Toba (ist)
MEDANHEADLINES.COM – Agar peristiwa tragis yang menimpa KM Sinar Bangun tak teulang kembali, Kementrian perhubungan tengah melakukan pembenahan besar-besaran di sektor transportasi air yang ada di Danau Toba.
Salah satunya yang tengah dilakukan adalah mengaudit Sekitar 41 Pelabuhan-pelabuhan yang ada di kawasan Danau Toba, baik yang milik pemerintah ataupun milik perorangan.
“Hari Senin (16/7) ini kita akan rapat mengundang semua bupati (di Danau Toba) untuk menentukan mana yang mau diresmikan. Kan harus ada penetapan lokasi dari pak menteri,” kata Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi
Nantinya, sambung Budi, pelabuhan yang akan diresmikan pemerintah harus memenuhi standar. Yang terpenting adalah standar keselamatan. Kemenhub tidak ingin kejadian KM Sinar Bangun terulang lagi.
“Nah yang lain kita tutup. Tapi yang akan kita resmikan harus memenuhi standar semuanya. Yang pertama untuk meningkatkan kualitas keselamatan. Karena memang keselamatan itu tidak bisa tidak, harus dipaksakan.
Masyarakat di sini sudah cukup bagus juga untuk mengikuti, bahkan ada yang mau naik kapal dia bilang kok belum dicatat. Jadi ada kesadaran,” katanya.
Pantauan di beberapa pelabuhan di Danau Toba, standar pelayaran ini memang sudah di lakukan. Seperti di pelabuhan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Setiap penumpang kapal feri, mengisi daftar penumpang.
Diatas KMP Tao Toba juga sudah tersedia pelampung. Namun yang sangat disayangkan, pelampung itu hanya dipakai sebagian penumpang. Yang lainnya masih saja tidak menggunakan. Petugas kapal juga masih abai akan hal itu. Pelampung hanya dibiarkan jadi pajangan di dalam lemari penyimpanan.
Budi juga mengungkapkan akan melakukan perubahan untuk pengawasan perkapalan. Kemenhub akan merubah kelembagaan ditingkat Dirjen Perhubungan Darat
“Kalau sekarang ini kan yang bertanggung jawab mengelola itu ASDP, itu kan hanya setingkat kasubdit. Sedangkan persoalan sungai danau dan penyeberangan itu cukup banyak. Di seluruh Indonesia. Nanti akan kita bentuk kelembagaan setingkat direktur eselon 2,” katanya.
Untuk mengawasi kapal Kemenhub juga melakukan ram check di Danau Toba. Hingga sekarang sudah ada 170 dari 215 kapal yang sudah di ram check. Itu belum termasuk kapal yang ukurannya di bawah 7 GT.
“Ram cek itu sambil juga melakukan edukasi masyarakat. Di kapal itu di tempat duduknya sudah ada Life jacket. Penerimaan masyarakat cukup bagus sampai sekarang,” pungkasnya.












