Sumut  

Kunjungi Danau Toba, Menko Kemaritiman Pantau Perkembangan Geopark Kaldera Toba

Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan Saat melakukan Pengecekan di Bandara Silangit

Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan Saat melakukan Pengecekan di Bandara Silangit
MEDANHEADLINES.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Luhut Binsar Panjaitan melakukan pengecekan di sejumlah lokasi yang berada di Danau Toba dalam rangka melihat sejauh mana progres yang telah dilakukan dalam pengembangan pariwisata Geopark Kaldera Toba

Luhut yang mendarat di Bandara Silangit, Jumat (13/7/2018) langsung melakukan pengecekan terhadap infrastruktur Silangit yang dilanjutkan dengan menggelar Rapat Koordinasi Kemajuan Pengembangan Infrastruktur Pendukung Destinasi Danau Toba.

Dalam rapat itu, beberapa infrastruktur jadi sorotan Luhut. Soal Bandara silangit, Luhut ingin runway (landasan) bandara ditambah jaraknya. Termasuk di Bandara Sibisa yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Selain Bandara, Luhut juga menyoroti soal pembangunan pelabuhan yang ada di Danau Toba. Catatan mereka menunjukkan ada 41 pelabuhan yang ada di Danau Toba. Termasuk pelabuhan yang dikelola swadaya masyarakat.
” Kementrian perhubungan sedang merencanakan akan mmbenahi lima pelabuhan. Mulai dari pelabuhan Ambarita, Ajibata, Simanindo, Tigaras dan Muara,”pungkasnya

Dalam kesempatan itu, Luhut sempat meninjau pembangunan kapal feri di Desa Parparean II, Kecamatan Porsea, Toba Samosir. Di sana Luhut melihat proyek pembuatan kapal Roro yang dikerjakan oleh PT. Dok Bahari Nusantara.

“Ini pasti lebih bagus karena tidak kapal kayu. Bawahnya juga lebih lebar. Sehingga stabilitas kapalnya bagus. Ini upaya pemerintah serius dalam menangani. Jadi kita gak ribut soal kecelakaan. Keluarganya sudah kita urus, sekarang kita perbaiki supaya tidak terjadi lagi seperti itu,” katanya.

Dikatakannya, Akan ada tujuh kapal yang rencananya akan dibangun di Dok itu. Untuk yang pertama akan mulai beroperasi di bulan oktober. Karena sudah masuk dalam tahap penyelesaian. Agustus mendatang, kapal baru mulai dikerjakan. Seluruhnya dilakukan karena melihat peningkatan geliat pariwisata di Danau Toba.

“Nah ini kan kita ada galangan kapal di Danau Toba. Sekarang kita coba membuat disini. Nanti kita rapikan lagi.Supaya nanti bisa diaudit kapal kapal yang ada . Supaya tidak terjadi lagi seperti kemarin, karena tidak audit,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba Arie Prasetyo mengapresiasi kehadiran Luhut. BPODT juga berkomitmen akan terus berinovasi untuk kemajuan pariwisata di Danau Toba. Bahkan Luhut juga meminta BPODT menyegerakan beberapa rancangan event yang sudah diusulkan.

“Tadi tadi Pak Luhut sudah menyampaikan agar disegerakan saja bikin semacam free master plan. Tanpa harus menunggu lama kita harus mulai identifikasi itu ada direktif dari pusat,” katanya.

Arie tidak menampik, selama ini integrasi antara kabupaten yang berbatasan dengan Danau Toba sangat kurang. Sebagai leading sector pariwisata Danau Toba, itu menjadi tantangannya. Nantinya, BPODT juga akan melibatkan konsultan baik dari lokal ataupun luar negeri untuk memberikan masukan apa yang harus dilakukan di anau Toba.
“Kita juga selalu melibatkan partisipasi publik. Jadi masyarakat tokoh agama. Dan pemerintah kita mintakan dari mereka,” tandasnya.

Dengan begitu, Arie juga semakin meyakini Geopark Kaldera Toba akan masuk dalam UNESCO Geopark Group (UGG). penilaian soal GKT akan dilakukan pada Agustus mendatang.

“Kalau nanti penilaiannya bagus bisa masuk UNESCO Global Geopark. Dengan itu kita bisa sharing ada sharing Knowledge. Bukan Akhir jadi setiap 5 tahun akan di review kembali bagaimana peningkatan setelah mendapat status UNESCO tadi apakah berkembang atau tidak,” Jelasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.