Jadi Tersangka Dalam Tragedi KM Sinar Bangun, Poldasu Jadwalkan Panggilan Kedua Untuk Kadishub Samosir

Pencarian Korban KM Sinar Bangun

Tim Sar Saat Melakukan Pencarian Korban KM Sinar Bangun

MEDANHADLINES.COM, Medan – Setelah mangkir dari pemanggilan pertama, Penyidik Subdit III/Umum Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut kembali menjadwalkan pemeriksaan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahaan yang ditetapkan menjadi tersangka dalam Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Perairan Danau Toba pada Kamis (12/7/2018) besok

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian mengatakan, surat panggilan kedua terhadap tersangka Kadishub Samosir, Nurdin Siahaan sudah dilayangkan dan Jika kembali mangkir, penyidik akan melakukan proses selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau besok (panggilan kedua, red) tersangka tidak datang juga, kita keluarkan surat perintah membawa,” tegasnya
Disinggung kembali tentang penahanan tersangka Kadishub Samosir, Nurdin Siahaan, Andi menyatakan bisa saja dilakukan, tergantung hasil penyidikan.

“Kalau penahanan, bisa iya, bisa tidak. Kita lihat jeritan tiga anggotanya (Kadishub Samosir) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, mereka ditahan, masa’ bosnya (Nurdin Siahaan) tidak,” jelasnya

Diketahui,Kadishub Samosir Nurdin Siahaan mangkir dari panggilan penyidik dengan mengirimkan surat keterangan sakit pada Senin (9/7/2018).

“Tersangka Kadishub Samosir tidak menghadiri panggilan (mangkir, red), karena alasan sakit,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja beberapa waktu yang lalu.

Sebelumnya, Polda Sumut telah menetapkan empat tersangka, yakni nakhoda sekaligus pemilik kapal Poltak Soritua Sagala, Pegawai Honor Dishub Samosir anggota Kapos Pelabuhan Simanindo Karnilan Sitanggang, PNS Dinas Perhubungan Samosir Kapos Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra, serta Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Penyebrangan (ASDP) Samosir Dishub Provsu Rihad Sitanggang.

Sementara Kadishub Samosir Nurdin Siahaan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam kelalaian over load penumpang hingga tenggelam.(red)

Berdasarkan hasil survei yang dikeluarkan oleh lembaga riset internasional, Gallup’s Law And Order, menyatakan bahwasanya saat ini, Indonesia masuk daftar 10 negara teraman di dunia. Karenanya, Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, pada HUT ke-72 Bhayangkara, Polri mendapatkan kabar yang sangat baik dari dunia internasional.

“Ini adalah sebuah pencapaian yang membanggakan kita semua, sehingga harus dijaga dan dipertahankan. Hal ini merupakan hasil kerja elemen bangsa, didalamnya tentu ada peran anggota Polri dan kerja keras anggota Polri serta pengabdian dan dedikasi anggota Polri,” kata Kapoldasi saat membacakan amanat Persiden Joko Widodo dalam memperingati HUT ke-72 Bhayangkara, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja KM 10,5, Medan, Rabu (11/7/2018).

Kendati begitu Paulus mengingatkan, agar seluruh anggota Polri tidak cepat berpuas diri, karena kedepannya Polri akan menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks, sebab tuntutan dan harapan rakyat kepada Polri akan semakin meningkat.

Terlebih lagi sambung dia, dunia yang terus berubah, berkembang dan bergerak dengan kecepatan tinggi, dengan membawa tantangan-tantangan serta ancaman-ancaman baru terhadap situasi keamanan dalam negeri.

“Di era digital saat ini Polri harus mampu mengantisipasi perkembangan tindak kejahatan yang semakin beragam, berevolusi dalam berbagai wujud dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Untuk itu Polri harus semakin siap menghadapi kejahatan yang bersifat transnasional seperti ancaman kejahatan Siber, Human trafficking, Drug Trafficking sampai dengan Armed Smuggling,” jelasnya.

Disamping itu, lanjut Paulus, Polri juga harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan dalam menghadapi ancaman kejahatan terorisme, dimana terorisme adalah kejahatan luar biasa terhadap Negara, Bangsa serta Kemanusiaan.

Apalagi, hampir semua Negara di dunia menghadapi ancaman kejahatan terorisme, yabg bukan hanya terjadi di Negara-negara dilanda konflik tapi juga Negara maju seperti Amerika Serikat, dan Uni Eropa

“Kita tidak pernah melupakan tindakan biadab dan pengecut dari para pelaku bom bunuh diri yang bukan menimbulkan korban jiwa masyarakat tapi juga aparat kepolisian sebagai target aksi terornya.

Untuk itu, Paulus meminta kepada seluruh anggota Polri agar jangan pernah lengah, tetap sigap dan waspada dalam menjalankan tugasnya. Selain itu selalu mengembangkan diri dan melakukan terobosan-terobosan untuk terus mengatasi berbagai ancaman yang ada.

Paulus menegaskan, Polri harus selalu melakukan pemetaan dini atas potensi ancaman keamanan dan ketertiban yang terjadi dalam masyarakat dan segera lakukan langkah-langkah pencegahan.

Polri juga perlu senantiasa menjalankan perannya dalam menjaga kerukunan serta menjaga nilai-nilai Kebhinekaan, terus mengantisipasi dan mencegah berbagai potensi konflik horizontal dengan mengangkat sentiment primordial seperti mempertentangkan perbedaan suku, agama dan Ras. Serta Polri harus tetap membangkitkan rasa persaudaraan, menggalang kerukunan dan persatuan antar elemen masyarakat, sehingga tidak terjebak dalam lingkaran permusuhan dan perbencian.

“Saya yakin dengan ikhtiar untuk melakukan perbaikan-perbaikan terus memperkuat soliditas dan berpegang teguh kepada Profesionalisme, maka Polri bisa menjadi institusi yang semakin dipercara rakyat dalam menjaga stabilitas kamtibmas, penegakan hukum dan sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.