Benget Simorangkir : Pembina Harus Menghidupkan Kembali Sasana Tinju di Sumut

Foto : Benget Simorangkir (IST)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Geliat cabang olahraga tinju di Sumut khususnya kota Medan, menjadi sorotan. Sebab, olahraga ini seakan meredup. Hal ini pun menjadi tamparan keras bagi salah se-orang mantan atlet tinju nasional, Benget Simorangkir.

Meredupnya geliat cabor tinju beberapa tahun terakhir ini, tak lain disebabkan oleh kurangnya perhatian dari para pembina serta pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari berkurangnya sasana tinju di daerah ini. Benget yang siap mengikuti penataran pelatih tingkat internasional Asosiasi Internasiinal Boxing Amatir (AIBA) di Manado pada 9 hingga 17 Juli 2018 mendatang mengatakan, hilangnya perhatian akan mengakibatkan berkurangnya pembinaan.

“Sama kita ketahui, bahwa diera 80 hingga pertengahan 90-an, di Sumut khususnya kota Medan, banyak bermunculan atlet tinju beserta sasananya. Namun kini, malah meredup sehingga gaungnya menurun,” katanya saat ditemui di KONI Sumut.

Untuk itu, Benget meminta kepada para pembina dan pemerintah daerah ini agar kembali serius memperhatian cabor tinju agar tampil lebih baik dari yang sebelumnya.

“Sebab kalau sudah berkurang perhatian, maka akan berimbas kepada menurunnya prestasi yang diakibatkan tidak adanya regenerasi petinju-petinju muda yang siap jadi cikal bakal Sumut untuk diterjunkan diberbagai event” ujarnya serius.

Benget sedikit menceritakan, padahal beberapa tahun lalu cabor tinju daerah ini sangat ditakuti provinsi-provinsi lain di Indonesia.

“Apalagi saat itu kita punya bapak angkat yaitu, almarhum Olo Pangabean yang benar-benar peduli terhadap olahraga tinju dengan membuat sasana tinju Rajawali. Dari sasana tinju itu juga, telah melahirkan petinju handal yaitu, Timbul Hutagalung yang dijuluki Mike Taysonnya Medan,” pungkas Benget. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.