MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi mengatakan, ada objek yang ditemukan pada kedalaman 490 meter, Minggu (24/6). Ada dua objek yang ditemukan alat canggih milik Tim SAR Gabungan.
Kapal yang membawa alat Multibeam dan Side Scan Sonnar menangkap objek, yang diduga bangkai kapal. Sedangkan koordinatnya berada di 2 Km dan 2,5 km arah barat daya dari pelabuhan.
“Kita masih mau proses apakah yang ada di dalam ini adalah KM Sinar Bangun apa enggak, kita belum tahu. Lokasinya sudah kita kasih tanda pakai jangkar,” kata Syaugi tak lama bersandar di Pelabuhan Tigaras.
Ditanya lebih jauh, ia menegaskan belum bisa memastikan objek itu. Hanya saja, dua objek yang ditemukan berbeda dengan citra dasar danau.
“Bentuknya silhouette (bayangan hitam) melungker itu mirip kapal,” ungkapnya.
Langkah selanjutnya, tim ahli akan memeriksa temuan itu. Hingga kini kapal yang membawa alat multibeam belum juga bersandar. Kapal iti masih memastikan kedua objek yang ditemukan.
“Mohon doanya. Kalau itu tidak betul kita cari lagi. Saya belum lepas pakaian saya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur PT Mahakarya Geo Survey Henky Suharto menyebut penemuan objek diduga bangkai kapal diperkirakan sekitar pukul 11.22 WIB. Kapal ditemukan di koordinat 2 deg 47’ 3.835 N, 98 deg 46’ 10.767 E. Kapal berada di kedalaman 450 meter.
“Kami menyerahkan hasilnya kepada pihak berwenang untuk langkah strategis berikutnya,” kata Henky.
Dia menjelaskan persentasi kemungkinan itu adalah KM Sinar Bangun yang tenggelam adalah 95 persen. Menimbang, di sekitar lokasi tidak ada penemuan dalam bentuk lain.
“Kalau dari data yang kami terima, tidak ada kesulitan sama sekali untuk penemuannya,” katanya.
Dia juga mengungkap soal bentuk permukaan dasar Danau Toba. Dia menganalogikan Danau Toba seperti sebuah kuali. “Kalau ambil garis lurus dari pelabuhan itu seperti kuali,” pungkasnya.
Untuk diketahui, KM Sinar Bangun karam diduga karena overload dan cuaca buruk. Saat kejadian, kapal tanpa manifes itu dihantam ombak yang cukup tinggi hingga berkali-kali sebelum akhirnya oleng dan karam. (fat)











