MEDANHEADLINES.COM, Medan – Harga cabai merah kembali terpuruk pada perdagangan hari ini. Harga cabai terus berfluktuasi dengan kecenderungan turun. Selama lebaran, aktifitas masyarakat tidak banyak di pasar.
Aktifitas bertani juga pastinya akan menyesuaikan. Sementara tanaman cabai terus bertumbuh. Jadi petani tentunya juga banyak yang menunda panennya.
Ketua Tim Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, dengan banyaknya pasokan terus meningkat dan belum diimbangi dengan permintaan yang normal. Sehingga, harga cabai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar yang normal.
“Saat ini di pasar terjadi disparitas harga cabai yang sangat lebar. Di mana ada cabai yang dijual di harga Rp 8 ribu per Kg, dan ada yang dijual 15 ribu per Kg. Untuk harga 8 ribu per Kg itu khusus untuk cabai merah kualitas rendah. Sementara untuk harga 15 ribu per Kg itu untuk kualitas cabai merah yang bagus,”katanya.
Dikatakannya, yang dikhawatirkan adalah petani enggan memanen cabainya, karena harganya belum bisa memenuhi biaya produksi. Harga cabai di tingkat petani saat ini itu berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu per Kg. Jauh diatas harga balik modalnya dikisaran Rp 12 hingga Rp 15 ribu per Kg.
“Harga cabai jika bertahan di level ini hingga akhir bulan, maka cabai merah sangat berpeluang memberikan sumbangan deflasi bagi Sumut. Meskipun demikian saya menggaris bawahi bahwa kondisi pasar normal baru akan terbentuk pekan depan. Sehingga terlalu dini jika kita menilai bahwa cabai akan dijual murah hingga penutupan bulan Juni ini,”ujarnya.
Sementara itu, harga cabai kecil yang sebelumnya sempat menyentuh Rp 45 ribu di lebaran ke 4. Saat ini harganya sudah mendekati normal dikisaran Rp 32 ribu per Kg nya. Harga cabai kecil ini sebelumnya sempat meroket dikarenakan oleh minimnya stok cabai kecil di pasar.(raj)










