Tim Gabungan Tertibkan Pelaku Asmara Subuh di Ring Road Sunggal

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Tim Pemantauan Asmara Subuh yang merupakan gabungan dari Unsur Pemko Medan, POLRI Dan TNI melakukan penertiban para pelaku asmara subuh di Jalan Ring Road, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, persisnya depan ex SPBU Petronas, Kamis (17/5/2018) Pagi.

Sejumlah pengendara sepeda motor, terutama kalangan remaja terjaring karena tidak menggunakan helm maupun membawa kelengkapan surat-surat kenderaan bermotor.

Setiap Ramadhan tiba, Pemko Medan bersama unsur Forkopimda Kota Medan menurunkan Tim Pemantauan Asmara Subuh. Kehadiran tim untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan. Sebab, kawasan itu selama ini acap kali dijadikan lokasi nongkrong pasangan muda-mudi usai sahur.

Selain menjadi tempat kongkow, seputaran ex SPBU Petronas juga acap kali dijadikan lokasi balapan liar. Di samping itu para remaja juga sering bermain petasan, tidak hanya menimbulkan kebisingan, permainan petasan yang dilakukan sangat membahayakan para pengendara kenderaan bermotor yang melintas. Itu sebabnya tim gabungan diturunkan guna menertibkan para pelaku asmara subuh tersebut sejak hari pertama puasa.

Penertiban dilakukan usai Shalat Subuh, dimana sebelumnya tim lebih dahulu menggelar apel gabungan di bekas SPBU Petronas dipimpin Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP I Gede Nakti Widhiarta.

Apel ini turut dihadiri Camat Medan Sunggal M Indra Mulia Nasution, Sekretaris Dinas Kominfo Mansyur Syah , Kapolsek Medan Sunggal Kompol Wira Pratama, Kabid PP&K Dishub Medan Edison Brase Sagala dan Kasi OPS Pol PP Medan Doni Damanik serta unsur Kecamatan Medan Sunggal.

Dalam apel tersebut, Kabag Ops berpesan agar seluruh personel Tim Pemantauan Asmara Subuh harus mengutamakan cara simpatik dalam melakukan penertiban terhadap para pelaku asmara.

“Apabila ditemukan ada remaja yang berkumpul dan berkelompok mengendarai sepeda motor, minta mereka untuk membubarkan diri. Sebaliknya apabila ditemukan ada balapan liar, tidak menggunakan helm serta membawa surat kelengkapan kenderaan bermotor, lakukan pendekatan persuasif dan ingatkan agar mereka tidak melakukannya lagi,” kata Kabag Ops.

Setelah sosialisasi yang dilakukan ini ternyata tidak dilaksanakan dan diindahkan, tegas Kabag Ops, barulah dilakukan penindakan tegas berupa penilangan maupun mengamankan kenderaan yang tidak dilengkapi dnegan surat-surat. “Lakukanlan penertiban di hari pertama puasa ini dengan simpatik,” ungkapnya.

Itu sebabnya dalam melakukan penertiban di hari pertama tersebut, tim gabungan masih melakukan tindakan simpatik dan persuasif. Remaja yang kedapatan mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm, diberi teguran dan peringatan agar tidak mengulanginya kembali. Apabila mereka kembali ditemukan tanpa mengenakan helm pada penertiban berikutnya, tindakan tegas pun langsung diambil. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *