MEDANHEADLINES.COM – Malam nanti, Selasa (24/4/2018), Tepat pada pukul 23.00 Wib, Arus lalu lintas dari Medan- Brastagi atau sebaliknya akan dialihkan akibat adanya perbaikan saluran drainase melintang (cross drain) di badan jalan nasional km 63 Kota Brstagi.
“Pengalihan jalan akan berlangsung hingga Rabu (25/4/2018) sekitar pukul 08.00 wib atau sekitar 6-7 jam,” ucap Kasatlantas Tanah Karo AKP Edward Simamora, Selasa (24/4/2018).
Saat penutupan jalan dilakukan, Edward mengatakan pihaknya telah menyiapkan jalan alternatif yang disiapkan yakni jalan dari arah Merek, Dairi, Simalungun Humbahas, Subulussalam, Aceh Tenggara dan sekitarnya menuju Medan atau sebaliknya bisa melalui simpang Tigapanah yang melintasi Desa Sukanalu, Tigajumpa, Barusjahe keluar atau masuk simpang Tahura (simpang Tongkoh).
” Warga atau wisatawan yang dari arah Kabanjahe, Brastagi, Tigabinanga, Munte, Laubaleng, Mardinding, dan dari Aceh menuju Medan ataupun dari arah sebaliknya bisa melintasi jalan alternatif melalui Brastagi-Jaranguda (simpang Hotel Sibayak) menuju simpang Pelawi yang berada sebelum simpang Tahura Desa Tongkoh,” Ungkapnya
Edward juga mengatakan, Di jalur alternatif itu di pasang sosialisasi berupa banner, pemberitahuan dan dimana lokasi parkir dan pemberitahuan jalur alternatif
Kondisi jalur alternatif itu, kata Edward bagus namun memang agak sempit sehingga disana nanti akan ditempatkan personil Satlantas.
“Memang agak tertahan nantinya tapi sudah kami tempatkan personil agar tetap lancar,” jelasnya
Malam Rabu dipilih untuk pengerjaan perbaikan drainase ini dipilih lantaran berdasarkan pemantauan Satlantas Polres Tanah Karo, pada saat malam tersebut volume kendaraan berkurang dibanding hari lainnya.
“Kalau malam senin kan itu banyak warga Aceh dan Sidikalang yang pulang berbelanja dari Medan melewati jalur itu,” terangnya.
Namun kata Edward, meski pada Rabu, pukul 08.00 Wib jalan arteri sudah bisa dilalui akan tetapi jalan tersebut baru bisa dilintasi oleh satu arah. Sehingga nantinya akan disiasiati dengan cara buka tutup.
“Itu nanti kendaraan akan melewati jembatan bailey sehingga hanya bisa dilewati kendaraan dibawah 20 ton. Untuk diatasnya akan tetap melalui jalur alternatif. Kita upayakan secepatnya arus kem bali normal,'” tandas Edward. (red)












