MEDANHEADLINES.COM, Medan – Presiden Jokowi melakukan evaluasi terhadap proyek Strategis Nasional (PSN) beberapa waktu yang lalu, Dalam Evaluasi yang merupakan Hasil kajian Komite Percepatan Penyediaan Infrastuktur Priroritas (KPPIP) ini, Presiden akan menghapus 14 proyek dari 245 PSN yang ada.
Salah satu Proyek yang akan dihapus tersebut adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mebidang senilai Rp 747 Miliar
Menyikapi rancana penghapusan ini, Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut, Jumirin mengaku akan ada kerugian yang akan dialami PDAM ketika proyek ini tidak direalisasikan.
Jumirin menyebut proyek tersebut sangat strategis karena mampu menyediakan air bersih sebanyak 750 liter/detik untuk PDAM Tirtanadi Sumut.
Menurutnya, Jumlah itu sebenarnya cukup menjamin ketersediaan air untuk seluruh pelanggan PDAM Tirtanadi 2 tahun kedepan.
“Kebutuhan PDAM selama dua tahun kedepan 350 liter/detik. Kalau SPAM Regional bisa menyediakan 750 liter/detik, maka dua tahun kedepan kebutuhan PDAM aman,” Pungkasnya.
Dijelaskannya, Proyek SPAM Regional Mebidang ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air bersih untuk Kota Medan, Binjai dan Deliserdang.
“Air yang disediakan oleh SPAM Regional itu akan dibeli oleh masing-masing daerah, harganya memang belum ditentukan,” jelasnya
Jumiran juga Mengaku, Meski sudah mendengar tentang pemberhentian proyek ini namun pihaknya belum mendapatkan Informasi resmi dari pemerintah
“Sejauh ini PDAM Tirtanadi belum mendapatkan informasi secara resmi mengenai pembatalan proyek SPAM Regional,” Pungkasnya.












