Medan  

Ikuti Aturan Pemerintah, LotteMart Tarik 1000 Kaleng Sarden Bermasalah

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Lotte Mart Centre Poin melakukan pembongkaran dan Penarikan produk-produk Sarden Bermasalah yang terindikasi mengandung cacing di dalamnya.
Humas LotteMart Centre Point Medan, Ramadhan Sitompul mengatakan, langkah ini dilakukan menyusul adanya larangan yang dikeluarkan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) terhadap 27 produk sarden yang diduga mengandung cacing.
adapun merek sarden yang dilarang tersebut 16 produk berasal dari impor, sedangkan 11 produk berasal dari lokal dalam negeri.
Saat melakukan penarikan, LotteMart juga membongkar langsung merek-merek yang dilarang tersebut. Di LotteMart Centre Point Mall, ditemukan ada 12 merek yang dilarang.
“Kami pastinya mengikuti aturan pemerintah. Kami sudah tarik semua produk itu, dan di sini lebih dari 1000 kaleng kami amankan. Kami juga tidak mau ambil risiko, apalagi ini mengena pada kesehatan konsumen kami,”ujarnya Jumat (30/3).
Adapun merek yang dilarang dan sempat dijajakan di LotteMart Centre Point ada 12 unit, yakni ABC Makarel, Ayam Brand, Botan Makarel, Chip Sardines, DR Fish Gaga Makarel, King’s Fisher, Maya Makarel, Pronas, Ranesa, Goldenboy/Bulong, dan Ikan Makarel.
“Walaupun ada yang belum dilarang, tapi semua jenis makarel kami amankan. Tidak boleh dijual lagi,”ujarnya.
Saat mengamankan 1000 lebih kaleng sarden yang diduga mengandung cacing, LotteMart juga membongkar langsung isi kaleng. Namun, saat pembongkaran tidak ditemukan cacing.
“Memang tidak ada nampak, tapi sarden ini kan berserat, bisa jadi kelihatan di laboratorium. Intinya sebenarnya, kita tak mau ambil risiko. Karena LotteMart juga peduli pada kesehatan konsumen. Ketika dinyatakan dilarang, kami langsung amankan dan tak jual lagi,”ungkapnya.
Dengan adanya larang dari BBPOM, LotteMart Centre Point Mall juga memutus kerja sama dengan distributor. Pemutusan kerja sama itu, dilakukan sampai ada pemberitahuan lanjut dari pemerintah.
“Sudah kita setop, sampai ada keterangan lebih lanjut dari pemerintah. Sudah kita tutup kerja sama dengan distributor,”Tegasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.