MEDANHEADLINES.COM – Sebanyak 1.107.310 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan petugas perlindungan masyarakat (Linmas) akan diturunkan untuk melakukan pengamanan Jalannya Pilkada serentak yang digelar di berbagai daerah di Indonesia
“Jumlah pasukan yang kita libatkan untuk Pilkada Serentak 1.107.310 personel. Polri 184.013 personel, TNI 99.559 personel, dan Linmas 823.738 personel terutama untuk TPS (tempat pemungutan suara),” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam rapat bersama Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan.
Dikatakannya, Polri juga telah menyiapkan pasukan Brimob yang terdiri dari 41.333 personel untuk membantu pengamanan jika terjadi konflik.
“Kita juga persiapkan pasukan yang standby baik Polri maupun TNI. Polri itu Brimob 41.333 personel,” ujar dia.
Tito juga mengatakan, untuk pengamanan TPS nantinya pihaknya akan menggunakan sistem ring. Klasifikasi ring dibagi berdasarkan TPS yang dianggap rawan, agak rawan, dan aman.
“Nanti ada pembagian ring 1, 2, 3. Rawan, agak rawan, aman. Di daerah-daerah ada 13 kalau tidak salah daerah yang calon (kepala daerah)-nya tunggal, itu relatif aman. Otomatis pengamanan akan lebih kendor, petugasnya kita perbantukan untuk daerah yang kita anggap rawan,” jelas Tito.
Selain ada sekitar satu juta pasukan yang terlibat pengamanan, tambahnya, TIto juga meyakini Pilkada Serentak kali ini akan berjalan dengan aman dan lancar
“Mudah-mudahan Pilkada serentak 2018 ini dapat berjalan dengan Kondusif dan lancar,” Jelasnya. (red)












