MEDANHEADLINES.COM, Medan – Para calon jamaah umrah asal Medan yang menggunakan jasa travel abu tour terancam tak dapat berangkat menunaikan ibadah Umroh akibat ketidakjelasan dan menghilangya seluruh Pekerja dari Travel tersebut.
Bahkan para calon jemaah yang telah menyetorkan uang keberangkatan menduga travel umroh tersebut telah melakukan penipuan sebab saat mendatangi kantor Abu Tour yang berada di jalan Abdulah Lubis, kantor itu telah terkunci rapat
Nova, Salah satu calon jemaah Umroh yang mendatangi kantor ini mengatakan sudah berulang kali datang kekantor Abu tour ini untuk meminta kejelasan namun dalam beberapa hari terakhir selalu tutup
Nova menceritakan awalnya ia mendapatkan tawaran promo umrah pada bulan Mei tahun lalu. Tertarik dengan harga promo yang ditawarkan, sebulan kemudian Nova pun mendaftarkan diri menjadi calon jamaah umrah kepihak Abu Tour Medan. Dirinya membayar biaya keberangakatan sebesar 64 juta rupiah untuk empat orang calon jamaah.
Namun Pada bulan Desember 2017 lalu saat Nova mempertanyakan kejelasan jadwal keberangakatan keluarganya. Pihak Abu Tour tidak memberikan jawaban yang pasti
“Jawabannya dari mereka cuma disuruh sabar. Saya khawatir juga ditipu seperti kasus First Travel. Karena saya sudah bayar duluan, baru kasus itu (First Travel) naik”, sebut Nova.
Sebulan kemudian, Nova yang kembali mendatangi kantor Abu Tour untuk meminta kejelasan akhirnya dijadwalkan untuk berangkat pada akhir Februari 2018. Pihak Abu Tour pun memberikan baju seragam batik dan kain ihram.
Menurut info yang didapatnya, calon jamaah umrah yang harus berangkat pada Februari 2018 sedikitnya 460 orang.
“Bulan Februari itu kabarnya ada 460 calon jamaah. Tapi ini semakin enggak jelas”, sambung Nova
Ia juga menjelaskan bahwa pada Pertemuan pada Januari 2018 yang menjadi pertemuan terakhir Nova dan pihak Abu Tour. Ketika coba beberapa kali mendatangi kembali Kantor Abu Tour, justru Nova mendapati kantor tersebut telah tutup. Didepan kantor hanya terpampang pengumuman yang memuat enam nomor kontak yang dapat dihubungi untuk mendapatkan informasi terbaru.
Namun ketika dihubungi, keenam nomor yang terpampang, dua nomor diantaranya tidak aktif dan tiga nomor tidak memberikan jawaban (red)












