MEDANHEADLINES.COM, TOBASA – Pertandingan sengit dan dramatis antara PSMS Medan vs Persebaya Surabaya tersaji pada laga delapan besar Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (3/2/2018).
Hasil pertandingan pun membawa kebanggaan bagi fans PSMS Medan. Tim berjuluk ‘Ayam Kinantan’ itu mampu tampil sebagai pemenang setelah berakhir dengan adu finalti.
Hal itu ternyata dirasakan oleh Sihar Sitorus, yang merupakan Bakal Calon Wakil Gubernur Sumut pada Pilgubsu 2018 berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat. Ternyata saat bersamaan, Kandidat Paslon Cagub ini sedang berada di Laguboti Kabupaten Toba Samosir.
Kedua Bapaslon ini menyempatkan diri untuk menyaksikan pertandingan tersebut di sebuah warung pinggir jalan yang ada di laguboti. Sontak warung menjadi ramai dipenuhi masyarakat.
Sebagai mantan CEO PSMS Medan, ketegangan pun muncul dari raut wajahnya. Namun hal itu berubah seketika pada saat pertandingan harus diakhiri dengan adu finalti.
Sihar girang bukan kepalang ketika PSMS Medan melalui kiper andalannya, Abdul Rahim, mampu menghempang laju bola yang ditembakkan pemain Persibaya. Dengan sumringah dia bahkan mengejek pasangannya Djarot setelah usai pertandingan.
“Hari ini PSMS Medan mengalahkan Persebaya. Tau nggak kalau Pak Djarot adalah fans berat Persebaya,” Kelakar Sihar.
Tak pelak ucapan Sihar disambut gelak tawa dari masyarakat yang sudah berkumpul memadati warung kopi tempat dimana Bapaslon tersebut nobar.
Perlu diketahui, Sihar Sitorus pernah menjadi CEO PSMS Medan tahun 2008-2009. Saat itu PSMS berlaga di Liga Super Indonesia. Sejak ‘ditukangi’ Sihar, kondisi manajemen dan pemain cukup lumayan sehat. Terbukti saat itu sejumlah pemain bintang memperkuat PSMS.
Seperti Markus Horison, Oktovianus Maniani, Affan Lubis, Elie Eiboy, Zada dan beberapa pemain hebat lainnya memperkuat PSMS. Namun perjalanan Sihar menukangi PSMS harus terhenti saat PSMS Medan harus gagal pada Laga Play off.
Selain itu, niatnya memperbaiki tim kesayangan Publik Kota Medan itu juga harus terhenti karena program yang diajukannya kepada Pemerintah Kota Medan ditolak. (Cis)












