MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pelaku pembunuhan terhadap seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Medan, berhasil dibekuk tim gabungan Satuan Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan, Sabtu (20/01/2018).
Anggi Syahputri Tanjung (16),ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan oleh ibu kandungnya di kediaman mereka di Jalan Bustamam Gg Satria Dusun IX, Desa Bandar Khalipah, Percut Sei Tuan pada Jumat, (19/01/2018).
Sang pelaku adalah warga Jalan Tembung Pasar X Gg Ikhlas, Desa Bandar Khalipah, Percut Seituan bernama Agung Prasetyo (24). Pelaku ditangkap aparat kepolisian sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan Pasar X Gg Amalia, Percut Seituan.
“Dia ditangkap di kawasan Pasar X Gg Amalia, Percut Seituan. Dia aktor utama pelaku pembunuhan itu,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha di Mapolrestabes, Minggu (21/1/2018).
Dalam paparannya, Kasat reskrim mengungkapkan bahwa kasus pembunuhan tersebut murni pembunuhan disertai kekerasan. Korban dibunuh oleh pelaku usai memergoki aksi pencurian yang dilakukan pelaku di rumahnya.
“Pelaku awalnya sudah mengintai rumah tersebut. Sudah memastikan rumah itu kosong, pelaku masuk. Namun dia tidak menyadari saat itu korban sedang berada di dalam kamar,” terang Putu.
Saat mengetahui aksi pencurian yang dilkukan pelaku, korban lantas meneriaki pelaku dengan maling. Karena panik, sang pelaku langsung membenturkan kepala korban kelantai hingga bersimbah darah. Setelah korban tak berdaya, pelaku mengeksekusi korban dengan mengambil pisau dapur dan menusukkannya ke perut korban sebanyak dua kali.
“Saat korban tidak sadarkan diri, pelaku kemudian mengambil pisau yang ada di dapur. Dia kemudian menusuk perut korban sebanyak dua kali,”sebut Putu.
Selanjutnya pelaku mengikat mulut korban dengan kain jilbab berwarna biru dan menyeretnya ke kamar mandi. Di kamar mandi, tersangka memasukkan kepala korban ke ember bak mandi. Pelaku juga menggasak beberapa harta benda dari rumah tersebut, yakni berupa satu unit telepon seluler merk Samsung, Laptop merk Acer, BPKB sepeda motor, 2 lembar STNK, dan 3 kalung tangan.
“Setelah itu, dia lari dari belakang rumah,” sebut Putu. (Cis)











