Medan  

Kebakaran di Medan 2017, Korsleting Jadi Penyebab Paling Banyak

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Jumlah kasus kebakaran di Kota Medan sepanjang tahun 2017 menurun dibandingkan tahun 2016.

Kepala Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan, Marihot Tampubolon mengatakan Korsleting lisrik menjadi penyebab paling banyak terjadinya kebakaran di Kota Medan sepanjang tahun 2017 Yang lalu.

“Kasus kebakaran tahun 2017 masih didominasi korsleting listrik dengan 119 kasus. Sedangkan sisanya seperti ledakan kompor atau gas, lampu, lilin, rokok, maupun kelalaian manusia itu sendiri,” Ungkapnya.

Meskipun Begitu, Marihot memaparkan bahwa ada penurunan jumlah kebakaran di kota Medan pada tahun 2017  yang hanya berjumlah 197 kasus dibandingkan dengan tahun 2016 yang mencapai 246 kasus

“Hal ini menunjukkan masyarakat kian sadar akan bahaya kebakaran, mengganti kabel-kabel listrik yang sudah uzur dengan yang baru serta sesuai standar (SNI),” kata Marihot

Ditambahkannya, seiring menurunnya kasus kebakaran di tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya, otomatis hal itu juga membuat angka kerugian materil menurun dari Rp 898 miliar di 2016 turun menjadi Rp 41 miliar di tahun 2017.

“Selain itu jumlah korban juga menurun. Jika di 2016 jumlah korban 17 orang luka-luka dan 12 orang meninggal, di tahun 2017 menurun menjadi 14 orang-orang luka-luka dan 6 orang meninggal,” sebutnya.

Sementara terkait di wilayah mana yang paling banyak mengalami kebakaran, marihot mengungkapkan Medan Helvetia menjadi kecamatan dengan kasus kebakaran terbanyak sepanjang 2017 dengan 23 kasus.

“Sedangkan Kecamatan Medan Polonia dan Medan Selayang menjadi kecamatan dengan angka kasus kebakaran terendah yakni masing-masing 4 dan 5 kasus,” Pungkasnya.(red_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.