MEDANHEADLINES.COM – Kabar berubahnya arah dukungan Partai Golkar di Pilgubsu mendatang mendapat tanggapan dari Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera I (Aceh dan Sumut) DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga
Dikatakannnya hingga saat ini ia memastikan bahwa belum ada kejelasan terkait perubahan arah dukungan yang sebelumnya sempat di ungkapkan oleh Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I (Jawa dan Sumatera), Nusron Wahid
“Sampai hari ini belum ada SK, dan kita masih menunggu keputusan dari Ketua Umum” Pungkasnya, Selasa (2/1/2018).
Sebelumnya Nusron Wahid memastikan Partai Golkar saat ini tengah mengevaluasi dukungan pada Tengku Ery Nuradi dan akan menggantikan dukungannya ke Pangkostrad Letjen Edi Rahmayadi.
“Sekarang sedang sedang proses mengevaluasi dukungan terhadap Tengku Ery Nuradi dan tahap finalisasi untuk mencalonkan Letjen TNI Edi Rahmayadi,” kata Nusron Jumat (29/12/2017).
Senada dengan Andi Sinulingga, Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPD I Partai Golkar Sumut, Sahlul Umur Situmeang.mengatakan hingga saat ini partai beringin masih komit mendukung Erry Nuradi sebagai calon Gubsu pada Pilgubsu 2018.
“Keputusan itu (penunjukkan T Erry) juga sudah sesuai mekanisme. Dibawa dalam Rapat Tim Pilkada Pusat DPP Partai Golkar dan sudah diteken oleh Ketua Umum Golkar saat itu Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham,” tegas Sahlul pada Minggu (31/12/2017).
Menurut Sahlul, isu soal Golkar tarik dukungan dari T Erry tidak pernah dibahas dalam Rapat Tim Pilkada Pusat DPP Partai Golkar. Menurutnya, pengalihan dukungan partai tentunya harus melalui mekanisme yang diatur Partai Golkar.
“Jika harus ditarik dukungan itu, ya harus sesuai mekanisme. Karena, Tengku Erry diusung Golkar juga lewat mekanisme yang sudah kita lalui bersama bahkan melalui survei yang sudah dilakukan. Sampai saat ini survei meletakkan nama Tengku Erry di posisi teratas elektabilitasnya. Jadi tak bisa dicabut begitu saja,” Pungkasnya.
Sahlul juga berharap agar pernyataan-pernyataan dari beberapa oknum DPP Golkar yang terkesan membenarkan tarik dukungan dari Erry itu tidak begitu saja ditelan mentah-mentah. “Oknum DPP Golkar jangan buat gaduh demokrasi politik yang sedang dibangun di Sumatera Utara,” tegas Sahlul. (red)












