MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pola rekrutmen partai politik Yang belum Maksimal serta minimnya penindakan Politik Uang dalam pemilihan umum membuat kualitas Pemilu Saat ini dinilai belum naik Kelas
Hal ini diungkapkan Pengamat politik yang juga merupakan mantan komisioner KPU Sumut Turunan Gulo saat menjadi pembicara dalam sosialisasi peran media sosial dalam pengawasan pemilu yang digelar Panwaslih Kota Medan, di Hotel Grand Antares, Medan, Sabtu (23/12/2017).
Menurutnya, dalam pola perilaku pemilih ada beberapa kecendrungan, yakni pemilih yang cerdas rasional, pemilih yang memilih berbasis figur, program atau transaksional dan primordialisme.
Persoalan transaksi dan primordialisme ini, menurutnya, menjadi masalah serius. Banyak pemilih yang memilih hanya berdasar kedekatan suku, agama, dan ras dan menghiraukan program serta kapasitas figur.
Sedangkan politik uang di pemilihan, terus merajalela tanpa adanya penindakan yang memadai. “Pemilu ini menjadi tidak naik kelas karena persoalan politik uang dan penindakan atas pelanggaran etik penyelenggara tidak memadai,” kata Gulo.
Hal ini menurutnya, disebabkan aturan dalam undang-undang tidak cukup memadai dalam hal penindakan hukum atas politik uang serta pelanggaran kode etik penyelenggara.
“Politik uang masih gantung penegakkan. Ada ribuan pelaku politik uang, berapa orang yang dijerat? Sangat sedikit. Karena UU nya juga belum rijit mengatur,” tegasnya.(red)












