Sumut  

99 Persen Wilayah Desa Terpencil di Sumut Telah Dialiri Listrik

MEDANHEADLINES.COM, Medan – General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto mengatakan Hampir seluruh wilayah desa terpencil  yang berada di wilayah sumatera Utara telah berhasil dialiri oleh aliran listrik.

dikatakannya, dari 6110 desa, yang terdata, tinggal 311 desa lagi yang belum dialiri listrik dan diharapkan pada tahun 2019 keseluruhannya telah menikmati aliran listrik

“Masih ada beberapa desa yang harus kami listriki. Harapannya tahun depan kami bisa melistriki 99.88 persen. Kita tidak ingin mengatakan 100 persen karena desa bisa saja terus bertambah dan bermekaran,” kata Feby disela persemian 66 Program Listrik Desa (Lisdes) di Sumatera Utara di Gedung Serbaguna Sopo Partukkoan, Tarutung, Kamis (21/12/2017).

Dari Catatan PLN, tambahnya, selama Program Lisdes berjalan, akses ke desa tujuan menjadi terkendala besar. Desa-desa di Sumut masih banyak yang belum memiliki jalan yang bagus. Sehingga petugas kesulitan untuk membuka jaringan.

Selama 2017, ada 205 desa yang diproses untuk dilistriki. Dari jumlah itu, ada 117 desa yang sudah menyala.

“Yang telah diresmikan pada Hari Listrik Nasional sebanyak 51 desa. Diresmikan langsung oleh gubernur pada 27 Oktober lalu. Ditambah 66 desa yang diresmikan hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan rasio elektrifikasi ( nasional hingga 97,3% di tahun 2019. Rasio elektrifikasi adalah tingkat perbandingan jumlah penduduk yang telah mendapat listrik dengan jumlah total penduduk di suatu wilayah atau negara.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa saat ini rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 93,5% yang mana telah melebihi target yang ditetapkan pemerintah sebesar 92,75%,” kata Wiluyo.

Wiluyo berharap seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat terus mendukung Program Lisdes. Apalagi, presiden Joko Widodo punya kebijakan pembangunan dimulai dari desa.

“Kami sepenuhnya sadar, keberhasilan-keberhasilan tersebut tidak akan pernah lepas dari dukungan seluruh pihak. Untuk itu, Kami sangat berterima kasih kepada bapak Gubernur dan para kepala daerah serta jajaran aparatur negara. Dukungan aparat serta masyarakat desa pun kami rasakan sehingga kami dapat bekerja dengan aman yang mana hal tersebut memberi pengaruh yang sangat besar terhadap kelancaran pekerjaan kami,” pungkas Wiluyo.

Untuk diketahui, sebelum 2016, program Lisdes menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN. Namun setelah itu didanai dengan skema penyertaan modal dari Pemerintah kepada PLN.

Pemerintah memberikan anggaran kepada PLN dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN). Penggunaan anggaran utamanya untuk membiayai pembukaan jaringan tegangan  rendah dan menengah. Lalu pemasangan trafo sampai ke meteran pelanggan.  Adapun total anggaran yang dialokasikan kepada PLN Sumut untuk  melaksanakan Program Lisdes senilai Rp294 miliar sampai dengan 2018.(pra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.