Setengah Pengguna Internet di Indonesia Masih Mempercayai Informasi Tanpa Klarifikasi

MEDANHEADLINES.COM – Setengah dari Pengguna Internet di Indonesia masih mempercayai informasi yang didapat dari dunia maya tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu.
“Sebanyak 15 persen pengguna internet menelan mentah-mentah dan percaya benar, 50 persen percaya bahwa informasi di internet adalah benar,” tutur Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan
Ia mengungkapkan, survei CIGI-Ipsos 2016 itu menunjukkan Indonesia berada di peringkat tujuh dunia untuk pengguna yang langsung memercayai internet.
Pengguna internet di Indonesia sebanyak 132 juta, kata dia, tidak dibarengi tingkat literasi digital memadai, bahkan tidak menyadari konten di internet dapat dipabrikasi.
Sementara Jepang dengan pengguna yang memercayai informasi dari internet sebanyak 32 persen menunjukkan penggunanya memiliki literasi digital yang tinggi.
“Jadi tidak percaya mentah-mentah informasi dari internet. Penting mengetahui siapa yang memberikan informasi dan media mana yang menyajikan informasi,” ucapnya
ia juga memaparkan penyebaran konten negatif seperti ujaran kebencian, berita bohong, perundungan, radikalisme dan pornografi menjadi tantangan kini.
Tanpa literasi digital yang memadai, setiap orang bisa mempengaruhi pemikiran masyarakat tanpa disadari. Padahal, manfaat lain internet adalah keterbukaan mencari referensi lain untuk menemukan informasi yang benar.
Masih berdasarkan survei tersebut, 81 persen pengguna internet di Indonesia mempercayai perkataan pemerintah, bahkan beberapa ingin pemerintah terlibat lebih dalam.
“Pemeritah perlu memberikan informasi memadai kepada masyarakat.Percaya internet tinggi, untungnya percaya dilakukan pemerintah,” Pungkasnya. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.