MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui pesan tertulisnya yang dibacakan Kakor Binmas Baharkam, Irjen Pol. Arkian Lubis mengatakan Salah satu unsur yang menjadi ancaman konflik horizontal di Indonesia adalah berkembangnya informasi tidak benar (hoax) dan foto-foto yang diedit hingga mendiskreditkan seseorang, golongan maupun simbol-simbol agama tertentu
Hal disampaikan pada dialog antar umat beragama di Gedung MICC, Jalan Ringroad/Gagak Hitam, Medan, Kamis (7/12/2017).
Dalam pesan itu, Kapolri juga menjelaskan bahwa penyebaran informasi hoax, foto-foto editan serta meme berbau ejekan, dikategorikan sebagai potensi perpecahan yang berasal dari internal bangsa.
Selain potensi perpecahan dari internal, terdapat juga potensi perpecahan bangsa dari eksternal, seperti narkoba maupun doktrin radikal.
“Saat ini bangsa kita sedang menghadapi serangan terhadap generasi muda melalui peredaran narkoba. Selain itu, perkembangan teknologi melalui internet juga banyak sekali pola-pola untuk mendoktrin generasi muda menjadi kaum yang radikal. Contohnya, organisasi-organisasi teroris seperti ISIS sangat gencar melakukan rekrutmen melalui doktrin online. Ini juga harus diwaspadai. Oleh karena itu, kita dituntut untuk bijaksana dalam menggunakan internet dan media sosial,” jelas Kapolri.
Dialog antara umat beragama, tokoh adat dan tokoh masyarakat Sumatera Utara itu mengangkat tema “Merajut keberagaman dengan semangat persatuan dan kebangsaan guna terciptanya stabilitas Kamtibmas dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara”.
Kegiatan dialog itu dihadiri sekitar 3.000 orang dari perwakilan tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat dari 33 kabupaten/kota se-Sumut. Kegiatan itu merupakan inisiasi dari Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) bekerjasama dengan Polda Sumut dan elemen pemerintahan (red)












