Tengku Erry tolak Permintaan Komnas PA terkait Siswa Ilegal

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Permintaan Komisi Nasional Perlindungan Anak agar murid ilegal di SMA N 2 dan SMA N 13 Medan untuk tetap bersekolah di sana tampaknya mendapat jalan buntu.

Gubernur Sumatera Tengku Erry Nuradi mengatakan, apabila Komnas PA tetap memaksa, para murid ilegal terancam tidak bisa ikut Ujian Nasional dan tidak mendapat nomor Induk Siswa. Karena mereka tidak terdaftar di dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Tanpa dapodik itu tidak bisa masuk, mau dipaksa juga tidak bisa masuk,” Kata Tengku Erry disela Festival Literasi Sumatera Utara yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Rabu (18/10/2017).

Dengan tegas Erry mengatakan, para murid ilegal harus pindah ke sekolah swasta. Dinas Pendidikan juga akan memfasilitasi pemindahan para murid itu.

“Mau sampai setahun juga tidak masuk disitu. Harus ke sekolah swasta. Tidak keluar nanti nomor dapodiknya,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait meminta gubernur untuk menggunakan hak diskresi, agar para murid ilegal tetap bisa bersekolah di SMA N 2 dan SMA N 13 Medan. Arist merdeka juga menawarkan moratorim sampai kisruh itu menemukan solusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.