Pantau kawah Gunung Agung, BNPB terbangkan Drone

MEDANHEADLINES.COM – Untuk melakukan pemantauan puncak kawah dan lingkungan sekitar Gunung Agung, BNPB bersama PVMBG menerbangkan drone atau pesawat tanpa awak.

Hal ini dilakukan selain  karena tidak adanya peralatan di puncak kawah yang menyebabkan tidak dapat diketahui kondisi visual secara terus menerus tetapi juga untuk memantau aktivitas masyarakat yang ada, karena puncak kawah yang berbahaya dan tidak boleh ada satupun aktivitas masyarakat di seputaran wilayah tersebut.

“ Kita harus kerahkan drone yang memiliki spesifikasi khusus terbang tinggi yang mampu mendokumentasikan semua fenomena di kawah. Tanpa drone kita tidak tahu apa yang terjadi. Citra satelit tidak dapat setiap saat memantau perkembangan kawah. Oleh karena itu, drone menjadi pilihan yang terbaik. Aman, efektif dan update,” kata Kepala BNPB Willem Rampangilei.

Dikatakannya, untuk melakukan pemantauan itu BNPB mengerahkan 5 unit drone dengan spesifikasi berbeda. 3 unit drone fixed wing yaitu Koax 3:0, Tawon 1.8 dan Mavic, sedangkan 2 unit drone jenis rotary wing adalah multi rotor M600 dan Dji Phantom.

“ Mengingat tinggi Gunung Agung sekitar 10.400 kaki maka diperlukan drone yang memiliki kemampuan terbang tinggi. Tidak banyak drone yang memiliki kemampuan terbang tinggi. Rata-rata drone didesain terbang pada ketinggian 7.000 kaki sehingga saat diperlukan untuk terbang tinggi tidak banyak yang tersedia. Drone Koax 3:0 dan Tawon 1.8 memiliki kemampuan terbang hingga 13.000 kaki. Mesin menggunakan baham bakar ethanol agar dapat terbang tinggi,” jelasnya.

Willem juga mengatakan, Penggunaan drone untuk penanggulangan bencana bukanlah hal yang baru. Untuk kebutuhan kaji cepat yang efektif, drone sangat bermanfaat.

“ Keluwesan terbang drone, baik vertikal maupun horizontal dalam jangkauan tertentu, serta kemampuan mengambil gambar dari ketinggian tertentu, drone telah menawarkan gambar atau landscape berbeda dalam melihat peristiwa bencana,” ungkapnya.

Sebelumnya, BNPB bersama Lapan, BIG, BPPT, TNI, Basarnas, BPBD dan relawan juga telah pernah menerbangkan drone untuk penanganan bencana seperti dalam penanganan letusan Gunung Sinabung, Gunung Kelud, banjir Jakarta, longsor Ponorogo, longsor Banjarnegara dan lainnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.