BNPB : Stop sebarkan Hoax Gunung Agung telah meletus

MEDANHEADLINES – Kepala Pusat data dan informasi  dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Sutopo Purwo Nugroho menghimbau agar Masyarakat tidak ikut-ikutan menyebarkan berita Hoax (palsu) terkait telah meletusnya Gunung Agung di Karangasem, Bali,
“Masyarakat diimbau tidak percaya dan menyebarkan berita yang menyesatkan karena letusan gunung tidak dapat diprediksi pasti,” kata Sutopo
Menurutnya, berita palsu dapat menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat, terlebih terkait dengan Gunung Agung yang saat ini menunjukkan tanda-tanda akan mengalami erupsi sehingga dilakukan antisipasi dengan mobilisasi masyarakat sekitar gunung tersebut.
“ letusan gunung itu tidak dapat diprediksi, demikian juga Gunung Agung yang hingga saat ini telah memasuki masa kritis di level awas. Hanya saja gunung akan memberi petanda tertentu jika akan meletus seperti seringnya terjadi gempa. Umumnya, jika terjadi gempa tremor atau getaran di tanah secara terus menerus dalam waktu lama maka letusan akan terjadi dalam waktu dekat,” jelasnya,
Sutopo juga mengatakan jumlah pengungsi saat ini lebih dari 48 ribu jiwa dengan sebagian besar adalah penduduk yang tinggal di sekitar Gunung Agung dalam radius 6-12 kilometer dari gunung. Sedikitnya terdapat 301 titik posko pengungsian yang tersebar di sembilan kabupaten di Bali.
Masyarakat, kata dia, mengungsi ke berbagai tempat seperti fasilitas umum, tempat ibadah dan rumah-rumah warga. Dia mengapresiasi adanya modal sosial yang baik ketika banyak unsur masyarakat yang merelakan rumahnya menjadi tempat pengungsian.
Gunung Agung sendiri meletus terakhir kali pada 1963, yaitu pada kurun 18 Februari-Januari 1964. Dampak letusan saat itu menyebabkan 1500 jiwa tewas, 1.700 rumah hancur, 225.000 jiwa (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.