MEDANHEADLINES, Medan – Pertumbuhan toko online di era Digitalisasi saat ini sudah semakin menjamur, hal ini disebabkan karena teknologi digital berbasis internet dapat membuat transaksi menjadi lebih mudah dan akses tanpa batas.
Namun Kondisi ini memberikan pengaruh buruk bagi para pelaku usaha toko konvensional yang dierkirakan menurunkan omzetnya hingga 50% – 60%.
Salah seorang pedagang pakaian di pasar tradisional Petisah Medan,Riska mengungkapkan, semakin menjamurnya toko online belakangan ini memberikan pengaruh yang besar bagi pedagang konvensional karena masyarakat lebih mencari sarana yang mudah untuk memenuhi kebutuhannya.
” Kalo Pengaruhnya bagi kami besar kali,” ujar pedagang pakaian ini.
Senada dengan Riska,Reni pedagang pakaian lainnya,mengungkapkan pendapatannya merosot akibat menjamurnya bisnis online, apalagi belakangan ini, daya beli masyarakat juga lemah.
“Pengaruhnya ada, makanya saat ini kita juga ada memasarkan beragam produk kita ini melalui sosial media.,” ujarnya.
Untuk bisa bertahan di tengah serangan toko online,Reni mengaku mulai memberdayakan media sosial untuk memasarkan produk yang dijual, Namun, keduanya mengaku tidak bisa maksimal dalam mengelolanya.
” kalo lewat media sosial udah dibuat, Cuma kayaknya gak maksimal karena kita juga melayani pelanggan di toko dan mengerjakan hal-hal lainnya” ujar Reni..
Sedikit berbeda dengan ke dua pedagang itu, Mita,salah seorang pelaku usaha yang memiliki gerai di kawasan Jalan Perjuangan Medan, mengaku belakangan ini mulai bergeser dengan pemasaran online.
“Kalau orderan dari offline sekarang ini menurun. Namun untuk online sebaliknya (justru naik-red),” pungkasnya.










