Sumut  

Capai 4.609.791 Ton, Produksi Padi Sumut Capai level Tertinggi 11 Tahun Terakhir

MEDANHEADLINES – Capaian baik dilakukan pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam hal produksi padi dalam kurun waktu 11 tahun terakhir

Hal ini dibuktikan dengan jumlah produksi yang mencapai 4.609.791 ton pada tahun tanam 2016, selain itu Pada periode yang sama terjadi peningkatan indeks pertanaman IP 1.7 menjadi IP 2.

“Kita berhasil mencapai produksi tertinggi sepanjang kurun waktu 11 tahun terakhir, sehingga tahun 2016 Sumut kembali berhasil swasembada beras dengan jumlah surplus mencapai 999.536 ton,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Azhar Harahap.

Peningkatan produksi padi tersebut dapat terlaksana dengan berbagai upaya melalui kerja sama dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota, TNI serta stakeholder lainnya dalam program Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedele (Upsus Pajale).

Dari angka yang dirilis Badan Pusat Statistik, Azhar menjelaskan, produksi padi tersebut meningkat 13 persen dengan jumlah penambahan 605 ribu ton dari 4.044.829 ton 2015 menjadi 4.609.791 pada 2016. Sumut menempati urutan ke enam produsen beras nasional.

Untuk komoditas jagung, jelas Azhar, juga terjadi peningkatan  produksi 2.5 persen dari 1.519.407 ton pada 2015 menjadi 1.557.463 ton pada 2016. Sedangkan produksi kedele pada tahun 2016 mencapai 5.062 ton.

Peningkatan produksi padi disebabkan beberapa hal, di antaranya peningkatan luas tambah tanam (LTT) 2016 mencapai 1.333 ribu ha. Peningkatan LTT tersebut cukup tinggi yang tercatat menembus urutan keempat nasional.

Selain itu, Sumut juga berhasil menjaga stabilitas harga gabah sehingga harga Gabah Kering Giling (GKG) di Sumut selalu menguntungkan masyarakat tani. Di Sumut stabilitas harga gabah selalu terjaga yaitu berkisar Rp. 4.200 hingga Rp. 5.000 per kg dan tidak pernah berada di bawah HPP (harga pembelian pemerintah) Rp. 3.700 per kg.

“Ini juga salah satu prestasi dalam rangka pengendalian produksi dan penjadwalan masa tanam sehingga harga gabah di Sumut tidak pernah anjlok,” jelas Azhar.

Dikatakannya, Pihaknya terus berupaya meningkatkan swasembada tanaman pangan khususnya padi, jagung dan kedele di Sumut. Azhar mengatakan, pada tahun ini rencananya dilakukan perbaikan jaringan irigasi tersier di 19 di kabupaten/kota seluas 4.000 ha.

Selain itu, pada 2017 akan dibangun irigasi baru di 12 kabupaten dengan target luasan irigasi mencapai 6.000 ha.

“Penyediaan irigasi merupakan salah saty upaya untuk mendongkrak indeks pertanaman padi sehingga produksi padi bisa meningkat di Sumut,” ujar Azhar.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.