MEDANHEADLINES – Pascaditetapkannya Inspektur Jenderal Kementrian desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Sugito sebagai tersangka oleh KPK,Mendes PDTT , Eko Putro Sandjojo segera mencari pengganti agar tidak menggangu jalannya Organisasi.
“Kalau sudah tersangka otomatis diganti, tapi kalau terbukti tidak bersalah akan kembali lagi. Organisasi tidak bisa vakum, selama beliau tersangka harus segera diganti dan pergantiannya secara internal akan dilakukan besok pagi, siapa yang ganti akan kita lakukan besok,” kata Eko dalam konferensi pers di kantor Kemendes PDTT, Jakarta.
Dalam konfrensi persnya, Eko menambahkan tidak menyangka bahwa Irjennya itu tertangkap tangan melakukan dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait pemeriksaan laporan keuangan Kemendes PDTT tahun 2016 untuk mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Saya juga tidak percaya seorang seperti beliau yang vokal memberantas korupsi di Kementerian ini, banyak memberikan peringatan kepada pegawai-pegawai, banyak menegur pegawai, sampai terlibat dengan hal ini,” tambah Eko.
Ia awalnya bahwa tidak percaya Sugito menyuap auditor BPK untuk mendapatkan status WTP.
“Pak Irjen termasuk yang getol mengajarkan dan membimbing semua pejabat-pejabat di Kementerian saya, bahkan kerjanya sampai malam-malam,” ungkap Eko.
Eko juga mengatakan bahwa Sugito rajin menyampaikan perkembangan mengenai laporan keuangan atau perbaikan kondisi di Kemendes PDTT.
“Irjen selalu update saya, saya selalu ingin yang terbaik dan Pak Irjen yang mendukung saya. Pak Irjen yang membantu saya dan beliau selalu sampaikan hasil audit kita masih kurang ini atau ini, untuk segera dilengkapi. Saya senang dan mendapat kabar bahwa terjadi peningkatan luar biasa tapi kaget ada kejadian ini,” jelas Eko.
Seperti diberitakan, KPK menetapkan empat orang tersangka yaitu sebagai pemberi suap adalah Irjen Kemendes PDTT Sugito dan pejabat eselon III Kemendes Jarot Budi Prabowo
Sedangkan sebagai pihak penerima suap adalah auditor utama keuangan negara III BPK Rochmadi Saptogiri yang merupakan pejabat eselon 1 dan auditor BPK Ali Sadli.












