MEDANHEADLINES,Medan – PSMS Medan kembali meraih Kemenangan keempat dalam lanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia usai mencukur tamunya PSBL Langsa 2-0 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (13/5/2017)
Sejak peluit babak pertama dibunyikan,Selaku tuan Rumah,PSMS Medan langsung menunjukkan permainan menyerang. Pada menit ke-7’ PSMS mendapat peluang namun sayang tendangan Dimas Drajat masih melebar di atas tiang gawang PSBL.
Setelah melakukan serangan demi serangan,akhirnya PSMS berhasil mencetak gol di pertengahahan babak pertama tepatnya di menit ke-28’ lewat Suhandi yang menerima umpan Dimas Drajat.skor pun berubah menjadi 1-0 untukPSMS
Ketertinggalan membuat anak asuh Amrustian bangkit untuk menyerang pertahanan PSMS. Namun masih dapat dipatahkan pemain bertahan PSMS,bahkan di penghujung babak pertama tepatnya di menit 44’ ,stadion teladan kembali bergemuruh setelah tendangan mendatar Dimas Drajat membobol gawang PSBL.skor pun berubah kembali menjadi 2-0.
Memasuki babak kedua,PSMS maupun PSBL melakukan sejumlah pergantian pemain,jual beli serangan dilakukan oleh kedua tim,namun hingga babak kedua berakhir skor 2-0 untuk kemenangan PSMS Medan tetap tak berubah.
Menanggapi hasil Positif ini,Pelatih Ayam Kinantan Mahruzar Nasution mengungkapkan Meskipun menang,namun ia belum puas dengan hasil pertandingan ini karena ia menilai pemainnya masih bermain individu secara Individual.
“Walaupun kami menang. Tapi saya belum puas dengan pertandingan tadi,” kata pelatih PSMS Medan, Mahruzar Nasution, usai pertandingan.
Mahruzar menuturkan, ada beberapa pemain yang bermain secara individu. Hal ini membuat permainan agak sedikit kacau dan tidak efektif di lapangan. “Karena terlalu bermain individu, pemain banyak yang kehilangan bola,” tuturnya.
Selain itu, Mahruzar juga menyebut para pemainnya banyak yang cidera. “Ada tiga yang cidera di babak kedua seperti Dimas Sumatri, Muhammad Zulfikar dan Gusti Sandria, karena terlalu banyak bermain individu,” tambahnya.
Sementara itu, Pelatih PSBL Langsa, Amrustian mengatakan, kekalahan anak asuhnya dikarenakan masih minimnya pengalaman dalam bertanding.
“Kami masih minim pengalaman. Saya tetap apresiasi semangat mereka. Kalau kalah menang itu kan hal yang wajar dalam pertandingan,” jelasnya.












