MEDANHEADLINES,Medan – Edukasi kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi, khususnya bagi penderita gigi sensitive masih sangat rendah,karena dari survei yang dilakukan oleh GSK Global, lebih dari 34% (1 dari 3) orang didunia, menderita gigi sensitive,namun, 52% penderita gigi sensitif tidak menyadari kondisi tersebut dan tidak melakukan konsultasi dengan dokter gigi.
Ketua Ikatan Periodonsi Indonesia, Dr. Drg. Yuniarti Soeroso, Sp.Perio(K) menjelaskan jika penderita gigi sensitif akan merasakan ketidaknyamanan saat melakukan aktivitas.
“Penderita Hipersensitivitas dentin atau gigi sensitif atau ngilu dapat membuat penderita merasa tidak nyaman. Misalnya saat pasien memakan makanan yang panas, mereka akan merasa ngilu digiginya. Secara umum, ini disebabkan bagian dalam gigi yang lembut atau dentin berada dalam kondisi terbuka karena resesi gusi dan erosi enamel gigi”, ujar Yuniarti dalam Kongres PDGI ke 26 di Medan
Yuniarti juga memaparkan resesi gusi merupakan kondisi disaat gusi mengalami penurunan. Penyebabnya adalah proses menyikat gigi yang terlalu sering dan terlalu keras sehingga terjadi penyakit gusi jangka panjang dan penuaan. Sedangkan erosi enamel terjadi akibat terlalu sering menggeretakkan gigi, menyikat gigi terlalu keras atau mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam terlalu sering.
Oleh karena itu,Yuniarti menekankan pentingnya merawat gigi sensitif agar nantinya tidak memberikan efek komplikasi penyakit mulut lainnya. Apalagi gigi sensitif bisa jadi merupakan tanda bahwa pasien menderita gigi berlubang. Kesalahan penanganan dalam perawatan gigi berlubang dapat menyebabkan infeksi pada gusi atau rahang nyeri, pembengkakan dan resiko menyebar kearea lain seperti kepala dan leher pada kasus yang lebih berat.
“Langkah pertama dalam merawat gigi sensitif tentu saja dengan memeriksa kondisi gigi ke dokter secara berkala, agar mengetahui penyebab dan metode untuk melindungi gigi. Hal lain dengan menanyakan rekomendasi pasta gigi yang cocok dipakai bagi penderita gigi sensitif”, sambung Yuniarti lagi.
Terkait dengan pasta gigi yang cocok, sangat disarankan untuk memakai pasta gigi yang mengandung formula NovaMin. NovaMin adalah suatu senyawa bioaktif yang dapat membentuk lapisan serupa hidroksiapatit saat berkontak dengan saliva dan memiliki struktur kimia yang mirip dengan dentin alami. Teknologi NovaMin sudah mulai diperkenalkan kepada masyarakat setelah dipatenkan oleh Perusahaan Glaxo Smith Kline (GSK).
Sementara itu, Presiden Direktur GSK, Pawan Sud, mengatakan jika saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan guna menyelesaikan masalah gigi sensitif.
“Akhirnya saat ini kami kembali berhasil menghasilkan produk terbaru untuk mengatasi gigi sensitif, yaitu New Sensodyne Repair & Protect. Produk ini merupakan penyempurnaan teknologi NovaMin yang sudah tersedia pada produk Sensodyne sebelumnya”, sebut Pawan.
Pawan Sud menjelaskan jika dalam produk baru tersebut, terdapat kandungan NovaMin sebanyak 5% yang diklaim dapat membentuk lapisan keras pada gigi yang terbukti 60% lebih keras dari dentin alami. Melalui eleman alami penyusun struktur gigi seperti kalsium, sodium, fosfat dan silikat yang ada terdapat dalam NovaMin, pasta gigi tersebut juga dipercaya dapat memperbaiki lapisan yang retan rusak pada gigi sensitif.
Dihadapan para dokter gigi yang hadir, Pawan Sud mengutarakan langkah yang dilakukan pihaknya merupakan wujud komitmen untuk berinovasi dalam pengembangan teknologi guna menyelesaikan masalah gigi sensitif.
“Mudah-mudahan peluncuran Produk New Sensodyne Repair & Protect dengan formula NovaMin ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi gigi sensitif”, ungkap Pawan.(ask)











