Dua kasus Pembunuhan di Medan,Kriminolog: Bukan kekerasan Aksesif biasa

MEDANHEADLINES,Medan – Pembunuhan yang terbilang sadis beberapa waktu lalu yang terjadi secara beruntun di kota Medan,membuat Kriminolog yang juga mantan Kepala Departemen Kriminologi Universitas Indonesia, Prof Adrianus Meliala angkat bicara.

Menurutnya,Secara teori aksi kekerasan pada dua kasus pembunuhan sekeluarga di Kota Medan yakni yang terjadi di Mabar serta Pembakaran di Medan Tuntungan tersebut berbeda dengan kasus kekerasan sadis pada umumnya,karena  aksi sadis seperti ini atau disebut kekerasan aksesif biasanya dilatarbelakangi faktor cemburu, etnis maupun motif kolektif atau unsur kelompok.

“Kekerasan aksesif itu melakukan hal yang lebih dari cukup untuk membuat korban mati. Yang di Medan ini kan diluar itu, justru motif pembunuhannya adalah fakor ekonomi, Nah kalau itu terjadi berarti ada pergeseran hebat di Sumatera Utara,” ungkap Adrianus.

Ia juga menyampaikan, Salah satu solusi untuk mencegah aksi yang sama terulang yakni kemampuan dari kepolisian untuk hadir ditengah masyarakat dan memberikan perlindungan serta mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi. Sebab, salah satu faktor yang juga membuat aksi pembunuhan kerap terjadi menurutnya yakni karena pelaku berhasil lolos dari aksi aksi pembunuhan yang dilakukannya,

“Ketika dia pernah melakukan pembunuhan dan tidak terungkap serta pelaku memperoleh keuntungan dari aksi itu. Maka akan ada kecenderungan dia untuk mengulanginya,”  Terangnya.

Ketua Dewan Guru Besar FISIP UI ini juga mengatakan,kasus pembunuhan yang terjadi di Medan tidak boleh dijadikan pemicu untuk membuat stigma, Medan merupakan kota yang tidak aman.

“Kalau dibilang Medan tidak aman, itu tidak benar. Karena kejadian ini langka dan jangan juga akibat kejadian ini Medan dianggap tidak Aman,” pungkas Adrianus (lbs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.