MEDANHEADLINES – Dengan sumber daya alamnya yang cukup serta potensi pengelolaan sapi yang besar,maka Swasembada daging di Sumatera Utara bukanlah hal yang mustahil bisa dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumut.
Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan, jika swasembada dagigng bisa dilakukan maka Sumut tak perlu lagi mengimpor daging dari luar dan tentu saja dapat menekan harga daging di pasaran.
“Dengan jumlah luas areal padang pengembalaan dan perkebunan seluas lebih kurang 1,2 juga Ha, seharusnya dapat menjadi potensi usaha budaya ternak sapi,” ujar Erry dalam Rapat Koordinasi Upaya Khusus Sapi Kerbau Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang digelas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu di Hotel Garuda Plaza
Dijelaskannya, dengan konversi dua ekor per hektar sapi tentu bisa mencapai 2,4 juta ekor. Sementara saat ini populasi sapi di Sumut hanya 654.185 ekor. “Dari potensi ini terlihat bahwa peluang Sumut
masih sangat besar untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha budi daya ternak secara intensif dan pola integrasi ternak dan perkebunan,” kata Erry.
Dalam kesempatan itu Erry juga mengatakan, bahwa pembangunan peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian sehingga kemajuan pembangunan pada sektor ini menjadi kemajuan bagi ketahanan pangan Sumut.
Oleh karenanya, dengan sumber daya alam yang terbatas maka perlu penerapan 3 G yaitu, Good Farming Practises yaitu pengelolaan budi daya yang baik, Good Handling Practises yaitu penanganan pasca panen
yang baik dan Good Manufacturing Practises yaitu pengolahan hasil yang baik.
“Di sinilah peran para petugas lapangan terutama para inseminator yang tersebar di seluruh kabupaten/kota sangat diharapkan dalam transfer ilmu dan teknologi yang mampu meningkatkan usaha budidaya ternak para peternak yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan
kesejahteraan mereka,” paparnya.(lbs)












