MEDANHEADLINES,Medan – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda) akhirnya mengungkap Kronologis pembantaian yang dilakukan Andi Matalata alias Andi lala yang dengan sadis membantai satu keluarga di Mabar Medan Deli,beberapa waktu yang lalu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah memaparkan, pada Jumat (7/4/2017) Andi Lala mengajak Roni (21) dan Andi Syahputra (27) datang ke rumahnya di Jalan Pembangunan II, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang. untuk merencanakan perampokan dan pembunuhan terhadap Riyanto.
Kemudian esoknya, Sabtu (8/4/2017) Andi Lala membeli besi sepanjang 60 cm Lalu membeli sabu dan menyewa mobil rental untuk berangkat ke lokasi pembunuhan..
“ Setibanya di rumah Riyanto, Andi Lala masuk ke dalam sedangkan Roni dan Andri Syahputra menunggu di teras rumah korban untuk berjaga-jaga,” ungkap Nurfalah,Senin (17/4/2017) di Aula Tribarata Mapolda Sumut.
Tak lama Setelah ke duanya mengkonsumsi Sabu,Andi lala pun mengeksekusi korban dengan menggunakan besi yang disimpan di balik jaketnya ke kepala korban.
“ Setelah Riyanto tewas ia masuk ke dalam kamar untuk merampok harta benda korban,namun Sri Riyani (istri Riyanto) terbangun dari tidurnya,dan membuat Andi Lala langsung memukul kepala Sri Ariyani dengan besi,” jelasnya
Ketiga anak korban yang saat itu juga terbangun langsung memukulkan Besi yang dibawanya ke kepala anak anak tersebut.
“ Suasana gaduh dan tangisan dari anak Riyanto pun membangunkan Sumarni (nenek) yang kemudian mencoba melihat situasi di kamar,namun saat hendak menghidupkan saklar lampu,Andi Lala langsung mengeksekusinya,” terang Nurfallah.
Andi Lala yang telah merampas laptop, tas, dan harta benda lainnya dari lemari kamar korban juga membawa sepeda motor Vario milik korban menuju Lubuk Pakam setelah sebelumnya membuang besi tersebut di parit dekat rumah korban.
Pembantaian ini diketahui Warga pada esok harinya setelah curiga karena lampu teras rumah Riyanto yang masih menyala dan pintu tidak terkunci,warga yang masuk kedalam rumah untuk melihat situasi rumah pun terkejut karena melihat Riyanto dan keluarganya sudah berlumuran darah dan tak bernyawa lagi.
Saat diperiksa lebih lanjut,warga pun menemukan anak bungsu Riyanto masih hidup dengan kondisi wajah dan kepala lebam di sudut kamar dalam keadaan kritis.
Beruntung nyawa kinara dapat di selamatkan dan saat ini dikabarkan kesehatannya sudah mulai pulih walaupun diprediksi mengalami Trauma atas kejadian ini.(lbs)












