MEDANHEADLINES,Medan – Profesi advokat menuntut orang yang menggelutinya harus memiliki keberanian. Apalagi yang menjalani itu adalah seorang wanita. Bagi Sri Puji Nurhaya, hal itu bukan satu batu sandungan yang menghentikan langkahnya untuk menjadi pengacara.
Nurhaya, sapaan akrabnya, baru saja membuka kantor advokat sendiri. Menjadi pengacara adalah pilihan hidup baginya. Apalagi dia mengikuti jejak ayahnya yang juga seorang advokat.
Nurhaya baru saja membuka kantor advokat sendiri. Kantor bernama Law Office Sri Puji Nurhaya SH & Partners Advocate & Legal Consultant terletak di Jalan Darusalam No.18 G Medan. Nurhaya bilang, kantor itu ada berkat dukungan ayahnya.
Nurhaya berjanji akan menerapkan apa yang dilakukan ayahnya. Buya begitu sebutan Nurhaya untuk ayahnya telah mengajarkan banyak hal soal dunia advokat.
“Buya saya pernah bilang, jangan pernah pilih-pilih klien. Saya Insya Allah juga akan begitu. Meskipun orang yang mau didampingi tidak memiliki uang, tapi kalau orang itu pantes untuk didampingi, ya kita akan dampingi,” kata wanita berwajah cantik itu disela peresmian kantornya, Sabtu (15/04/2017).
Soal keseriusan menjadi pengacara jangan tanya. Bahkan, diawal suaminya sempat keberatan. Karena profesi pengacara punya resiko tinggi. Meski begitu niatnya tak surut.
” Kalau ditanya keseriusan, ya saya serius kali lah. Meskipun sebenarnya suami saya sempat keberatan, kerena menurut suami saya, profesi ini sangat berbahaya untuk saya. Kalau masalah di lapangan, saya sendiri sudah siap. Karena saya juga sudah pernah mengalami peristiwa-peristiwa dilapangan, seperti eksekusi ganas yang luar biasa, sudah pernah saya jalani, memang bahaya sih. Tapi sekali lagi kalau ditanyai sudah siap untuk menjumpai hal yang seperti itu lagi, ya saya siap. Karena jiwa saya memang disini,” bebernya.
Dalam menangani kasus, lanjut Nurhaya, dirinya juga tidak akan main-main, walaupun nantinya kasus yang ditangani besar maupun kasus kecil.
“Meskipun kasus yang saya tangani itu kasus besar dan akan berdampak saya harus mendampingi klien itu ke pengadilan, ke lapas, dan lainnya saya sendiri harus siap dan harus berani menghadapi semua itu dilapangan. Dan saya berani menghadapi itu. Jadi kalau trik saya untuk menghadapi masalah dilapangan itu adalah keberanian,” Tandasnya. (Pra)












