MEDANHEADLINES,Medan – Penggusuran Paksa yang dilakukan oleh PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) yang menggusur dan menghancurkan 554 Ha lahan petani Desa Mekar Jaya,mendapat Kecaman keras dari puluhan Mahasiswa yang menamai dirinya dengan SUMATRAN YOUTH FOOD MOVEMENT (SYFM).
Dalam aksinya,mereka selain membawa poster berupa penolakan terhadap PT LNK juga melakukan Orasi dan teatrikal yang dilakukan di pintu 1 Universitas Sumatera Utara (USU)
“ Penggusuran sepihak yang dilakukan PT LNK ini merupakan upaya pengusiran terhadap petani dari tanah yang dikelola selama bertahun-tahun secara turun menurun. Dan ini merupakan bentuk diskriminasi terhadap petani yang sudah kerap kali terjadi, khususnya di Sumatera Utara,” ungkap Kordinator Aksi Andri Anshari
Andri memaparkan,Konflik ini berawal saat PTPN II Kebun Gohor Lama mulai mengklaim lahan yang dikuasai oleh petani sejak 1952. Pada tahun tersebut, masyarakat Paya Redas membuka lahan di daerah Paya Redas dan Paya Kasih sekitar 1.000 Ha tanah untuk tanaman sawah. Kemudian dibuatlah satu perkampungan bernama Paya Redas dengan TK Abdul Hamit sebagai kepala kampung pada tahun 1954-1964. Selanjutnya, tahun 1970-an lahan diklaim oleh PTPN II Gohor Lama dengan menggusur habis tanaman dan rumah penduduk sekitar Paya Redas yang lebih kurang berjumlah 500 Ha.
“ petani terus-menerus menalami penggusuran sampai saat ini yang kemudian diwariskan kepada PT LNK yang merupakan perusahaan gabungan antara PTPN II dengan Kuala Lumpur Kepong Plantation Holdings Bhd (KLKPH). Perusahaan asal Malaysia tersebut menguasai 60% kepemilikan saham PT LNK.” Ungkapnya.
Andri juga mengecam tindakan aparat Kepolisian, Satpol PP dan lainnya yang justru membela perusahaan bukannya rakyat kecil
” kami mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa serta lainnya untuk bersolidaritas terhadap peristiwa yang lagi-lagi melukai proses perjalanan keadilan di negara ini,” tegasnya.(rls)











