Sengketa Lahan dengan TNI AL, KontraS Sumut : Akan kita Lapor ke Mabes TNI

MEDANHEADLINES, Medan – KontraS sumut Mengecam keras Tindakan kekerasan Yang diduga dilakukan prajurit TNI AL terhadap warga dan pemilik lahan Terkait sengketa lahan yang dialami oleh warga Dusun V Paluh Hiu, Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Hal diungkapkan Koordinator KontraS Sumut Amin Multazam Lubis saat menerima laporan Warga desa paluh Kurau di sekertariat Kontras Jalan Brigjen Katamso Gang Bunga,Kamis (9/3/2017).

Menurutnya,tindakan yang diduga dilakukan oleh TNI AL ini sudah masuk dalam kategori pelanggaran HAM.

“Ini adalah pelanggaran. Dan ini bukan kali pertama konflik agraria yang berujung pada kasus kekerasan antara militer dan warga sipil. Ini harus jadi catatan penting, karena bisa mencederai citra institusi TNI,” katanya.

Menurut Amin, apabila TNI ingin mengembalikan citranya, maka kasus ini harus diusut tuntas. Karena apabila dibiarkan, bisa jadi akan terulang kasus yang sama.

Selain itu tambahnya,KontraS juga berencana akan mengadukan kasus sengketa lahan dan Penganiyayaan ini ke Mabes TNI.

“Kita mendesak KSAL dan Panglima TNI segera mengusut tuntas kasus kekerasan yang diduga dilakukan oknum TNI AL. Kita juga meminta Komnas HAM, LPSK dan DPR RI untuk melakukan investigasi langsung atas kasus intimidasi dan kekerasan,” tegasnya..

Sebelumnya ,salah seorang Warga desa Paluh Kurau yang juga merupakan Pensiunan TNI AD berpangkat Pelda ludik Simanjuntak beserta beberapa warga lainnya mendatangi sekertariat Kontras untuk melaporkan penganiyayaan yang mereka dapatkan dari oknum TNI AL.

Ia menceritakan intimidasi dan penganiayaan itu terjadi pada Rabu (01/03/2017). Saat sekelompok prajurit TNI AL masuk ke lahan milik mereka dan mengusir paksa warga sekaligus pekerja yang brrmukim disana. “Pada saat itu TNI AL langsung melakukan pengeboman, itu seperti menakuti kita. Suaranya sangat dahsyat. Kami jadi takut semuanya yang ada di situ,” kata Ludik.

Setelah suara bom itu, prajurit TNI AL dengan jumlah yang tak sedikit langsung masuk ke dalam lahan dan mengusir warga dan pemilik lahan.

Tak hanya itu, para oknum TNI AL itu juga ada yang membawa senjata. Waktu itu Ludik menolak untuk keluar. Dia langsung diangkat oleh salah satu oknum TNI AL. Waktu diperintahkan berdiri, Ludik tetap menolak. Sehingga di ditendang dari belakang oleh salah satu prajurit. Bahkan dia juga dibanting.

Merasa terancam, Warga  langsung keluar dari lahan. Namun sesaat meninggalkan lahan, mereka mendengar lagi suara ledakan dari dalam lahan.

“Ternyata besoknya kita lihat rumah itu sudah rata dengan tanah. Kami tidak terima kalau alutsista itu digunakan untuk warga, dengan dalih latihan,” ungkap ludik. (pra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.