Menristek : Perguruan Tinggi butuh 38.000 dosen di bidang kesehatan

MEDANHEADLINES – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan perguruan tinggi di Indonesia membutuhkan sekitar 38.000 dosen kesehatan.

“Saat ini perguruan tinggi kekurangan 38.000 dosen di bidang kesehatan baik itu di program studi perawatan, kebidanan maupun gizi,” ujar Nasir usai pertemuan dengan Asosiasi perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) di Jakarta
lebih lanjut Nasir mengungkapkan, masalah kekurangan dosen ini disebabkan bertambahnya jumlah mahasiswa yang tidak sebanding dengan pertambahan dosen yang ada. Saat ini, jumlah rasio dosen untuk perguruan tinggi swasta masih 1:100. Padahal idealnya adalah 1:40. Selain itu, jumlah penyelenggaraan pendidikan program pascasarjana masih sangat minim
Untuk mengatasinya,pihaknya akan memberikan mandat ke beberapa perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan program pascasarjana.
selain itu,solusi yang bisa dilakukan sementara ini adalah melakukan perekrutan dosen dari industri.
“Jadi nanti dosennya bisa diambil dari industri, yang selama ini belum pernah masuk ke perguruan tinggi. Selain itu permintaan dari Aptisi ada 15 PTS yang akan menyelenggarakan pendidikan program S2,” lanjut dia.
menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), Budi Djatmiko, meminta Kemristekdikti untuk tidak membedakan antara perguruan tinggi swasta dan negeri.
“Agar perguruan tinggi swasta juga bisa membuka kelas pascasarjana. Kami meminta dosen di perguruan tinggi negeri diperbantukan di perguruan tinggi swasta juga,” ungkapnya.

 

Sumber :antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.