Medan  

Sejarah  Pohon Trembisi di lapangan Merdeka

MEDANHEADLINES, Medan – Robohnya pohon trembesi berusia ratusan tahun pada, Senin (09/01/2017) di lapangan merdeka mendapat perhatian serius dari sejarawan Unimed Ichwan Azhari.

Menurutnya , Pemko Medan lah yang paling bertanggung jawab dengan keberadaan pohon yang memiliki sejarah panjang itu bisa sampai rubuh.

Ichwan menceritakan bahwa sejarah keberadaan pohon itu berasal dari Amerika Latin yang dibawa  oleh Belanda. Kemudian ditanam disekeliling Lapangan Merdeka Medan pada akhir abad ke 19, penanaman pohon ini waktu itu dilakukan karena Medan disiapkan belanda menjadi sebuah kota yang modern.

“Sebagai kota yang didesain  bergaya eropa nyaris 100 persen maka dirancangkah ada kantor pos, bank (de java bank), hotel, kantor pos dan balai kota yang di depannya ada alun alun luas  bernama Esplanade , ya lapangan merdeka itu. Pohon Trembesi ditanam sekelilingnya dalam rangka disamping untuk keindahan juga untuk memberi keteduhan dan kesejukan panasnya  pusat kota Meda,” kata Ichwan.

Ichwan juga mengatakan, jika pohon itu dirawat dengan baik maka pohon itu bisa sampai berumur 500 tahun.  “Pohon seperti ini yang berumur lebih dua ratus tahun juga ada di Malaysia,” katanya.

Ichwan menegaskan , pohon trembesi tua di pusat Kota Medan ini sebenarnya sudah  memenuhi syarat sebagai tanaman yang dilindungi. Dasarnya adalah, undang-undang cagar budaya yang memasukkan lingkungan sebagai bagian dari desain kebudayaan, rekayasa budaya manusia di masa lalu.

“Pohon di sekeliling lapangan merdeka ini harusnya menjadi salah satu ikon  kota Medan yang unik. Ini bagian dari rekayasa desain suatu kota yang indah dan menyimpan jejak intelektual perancangnya,” katanya.

Namun Ia menyayangkan sikap Pemko Medan yang terkesan membiarkan pohon bersejarah ini.hal ini terlihat dari kondisi lingkungan sekitar pohon yang sudah dilantai sehingga dapat mengancam keberlangsungan hidup pohon.

“Tidak pernah saya lihat ada data atau berita Pemko  Medan pernah melibatkan para ahli tanaman kuno untuk merawat pohon ini sebagai bagian dari warisan kota yang indah dan membanggakan estetika kota,” tambahnya.

Ichwan kembali menegaskan, kemunculan bangunan di sisi barat dan timur akan membunuh keberadaan pohon itu.

“Jika pohon itu punah maka  salah satu penyebabnya adalah karena Pemko Medan membiarkannya pelan pelan mati satu persatu. Pemangkasan yang dilakukan selama ini juga bagian dari memperlemah daya tahan pohon pohon itu. Libatkan para ahli untuk menyelamatkan pohon pohon bersejarah ini, bongkar lantai cor Merdeka Walk dan lapangan parkir depan PT Kereta Api. Jangan Pemko cari jalan mudah, malah pohon pohon sisanya ditumbangi semua,” pungkasnya. (pra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.