Bank Indonesia Bantah Gambar Palu Arit di Pecahan Rp100.000.

MEDANHEADLINES – Bank Indonesia membantah  adanya tanda palu arit maupun tanda lainnya pada uang kertas pecahan Rp100.000,yang sempat menghebohkan masyarakat Indonesia

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Arbonas Hutabarat, menjelaskan Gambar yang dimaksudkan bergambar palu arit (simbol komunis)  sebenarnya adalah logo yang dikemas dalam teknik rectoverso.yaitu  suatu teknik pengamanan yang telah digunakan bank sentral itu sejak 1995.
“Rectoverso tidak dirancang untuk membentuk atau dimaknai sebagai gambar atau simbol lain, selain lambang Bank Indonesia,” katanya.

Dia menjelaskan rectoverso merupakan unsur pengaman dalam fisik uang agar mudah dikenali keasliannya dan agar tidak bisa dipalsukan. Untuk melihat gambar utuh dalam rectoverso, uang harus diterawang. Jika diterawang, gambar rectoverso dalam uang Rp100.000 tersebut akan menampilkan logo Bank Indonesia.
Namun, jika dilihat tanpa diterawang, lanjut Hutabarat, gambar akan terlihat seperti ornamen yang tidak beraturan.Selain pada pada uang kertas rupiah, kata dia, unsur pengaman rectoverso juga digunakan negara-negara lain seperti pada uang kertas ringgit Malaysia yang membentuk ornamen bunga, dan uang kertas euro yang membentuk ornamen nilai nominal.
“Dengan memahami unsur-unsur keamanan dalam uang, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengenali keaslian rupiah dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas sumber beritanya,” kata Hutabarat.

 

Sumber : antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.