Sumut  

HIMASU Malaysia Fasilitasi Pemulangan 120 Orang Pekerja Migran Asal Sumut

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Himpunan Masyarakat Sumatera Utara (HIMASU) Malaysia memfasilitasi 120 orang Pekerja Migran Indonesia asal Sumatera Utara untuk kembali ke tanah air.

Ketua HIMASU Malaysia, Syafriadi Pasaribu mengatakan, pemulangan pekerja migran Indonesia asal Sumatera Utara ini merupakan program HIMASU yang membantu program dari Kerajaan Malaysia. Pemulangan ini dilakukan karena dampak pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini.



“Hari ini kita pulangkan 120 orang. Rencananya ada beberapa tahap. Saat ini memang ada 700an anggota HIMASU. Karena memang kita baru satu tahun juga terbentuk. Nah, ini kita fasilitasi. Ada yang rentan, tidak ada dana, kita bantu untuk memulangkan pekerja migran asal Indonesia di bawah naungan HIMASU,”ujarnya saat diwawancarai, Jumat (27/8/2021).

Dikatakannya, Program Kerajaan Malaysia dalam pemulangan tenaga migran Indonesia dimulai dari bulan Juli hingga Desember.

“Jadi saat ini banyak pekerja yang hendak pulang tapi gak ada biaya. Ditambah lagi, ada yang harus bayar denda sampai 500 Ringgit terkait ke-Imigrasian, itu kita bantu semua masalah dana, sehingga yang mau pulang, bisa pulang ke Indonesia,”ungkapnya.

Syariadi menyatakan ucapan terimakasih kepada para tenaga migran, yang telah bersabar dengan kondisi Covid 19. Sehingga, mereka juga merasakan kesulitan dalam bekerja.

Selain itu, Syafriadi juga berharap KBRI dapat mempermudah permasalahan dokumen-dokumen yang dialami para Tenaga Migran Indonesia di Malaysia


“Saya dan kawan-kawan semua di sini berharap, ya agar KBRI dapat mempermudah masalah dokumen. Ini kan semua sudah online, jadi harapannya bisa dipercepat, sehingga tidak tertunda permasalahan dokumen pengembalian tenaga migran ke Indonesia,”pungkasnya.

Mirza, tenaga migran Indonesia yang ikut pulang menyatakan rasa syukur dan berterimakasih pada HIMASU. Sebab, semua difasilitasi HIMASU, sehingga ia dapat pulang ke tanah air.

“Alhamdulillah, kita bisa pulang. Semua dibantu oleh HIMASU. Ada kesulitan semua dibantu sama HIMASU,” ujarnya.

Mirza yang sudah 4 tahun bekerja di Malaysia, menyatakan, tidak diperpanjang lagi kontrak kerjanya karena Covid 19. Sehingga ia pun mau pulang ke Indonesia.

Sementara itu, Riana menyatakan, ia pun mau pulang, karena maaih menunggu keputusan tempat ia bekerja.

Warga Walet 1 Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan ini, sudah 7 tahun bekerja di pabrik pembuatan sepeda Malaysia. Namun, karena pandemi Covid 19 ia harus pulang, sebab kontrak belum diperpanjang.

“Masih menunggu perpanjangan kontrak, jadi pulang dulu. Karena di sana pun belum bisa kerja lagi, karena Covid,”terangnya. (raj)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.