Sumut  

Peringati Harkitnas, Lapas Narkotika Siantar Buat Pelatihan Keterampilan ke WBP

MEDANHEADLINES.COM, Simalungun – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pematang Siantar membuat pelatihan keterampilan kepada Warga Binaaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-113.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Siantar EP Prayer Manik mengatakan, pihaknya sangat menginginkan agar WBP lebih produktif selama menjalani proses hukum.

“Ada sebanyak 120 WBP yang ikut dalam pelatihan ini. Mereka warga binaan yang tak lama lagi akan bebas dan bergabung di tengah-tengah masyarakat,” katanya, Kamis (20/5).

Pria yang akrab disapa Prayer Manik ini menjelaskan, kegiatan ini dilakukan agar warga binaan bisa diterima masyarakat dan menghidupi keluarga setelah keluar dari Lapas.

“Ada beberapa jenis pelatihan yang kita buat ke 120 WBP,” ujar Prayer Manik.

Dalam pelaksanaannya, sambung Prayer Manik, pihak Lapas Narkotik Kelas IIA Siantar bekerja sama dengan Yayasan Lentera Pertiwi Sumatera.

“Jadi mereka yang memberi pelatihan kepada WBP kita,” katanya.

Prayer Manik juga memaparkan, pihaknya membuat tiga tahapan pada pelatihan keterampilan itu. Pertama Agribisnis yang meliputi pertanian cabai, tomat, bawang merah dan beternak ayam.

Tahap kedua yakni manufaktur yang meliputi pembuatan paving blok, pot bunga minimalis dan sablon. Sedangkan yang ketiga di bidang jasa yang meliputi kerajinan tangan dan pengolahan sampah.

“Pelatihan ini dilakukan agar bermanfaat bagi WBP sehingga mereka produktif dan bisa menghasilkan saat keluar dari sini,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lentera Pertiwi Sumatera Nata Simangunsong menyambut positif kegiatan yang diselenggarakan.

“Kita mengapresiasi kinerja yang dibuat Pak Prayer sebagai Kalapas Narkotika Kelas IIA Siantar, karena mereka akan bergabung kembali kepada masyarakat,” katanya.

Nata juga menyebutkan bahwa pelatihan keterampilan kepada WBP ini dibuat dalam rangka memperingati Harkitnas yang ke-113. Untuk itu,  pihaknya akan memberikan materi keterampilan yang mudah diterima warga binaan.

“Pertama kita memberikan materi yang kemudian dilanjut dengan praktek. Tujuannya agar para WBP terbiasa dan berujung bisa menghidupi keluarganya saat keluar nanti,” ujarnya.

Nata juga berharap WBP ke depannya menjadi lebih baik dari sebelumnya dan semangat mengikuti pelatihan.

“Apabila sudah keluar, jangan pernah punya niat kembali lagi ke sini,” pesannya. (Fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.