Meristekdikti : Rektor harus lakukan deteksi dini Radikalisme di Mahasiswa

MEDANHEADLINES – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad  Nasir menegaskan Agar para rektor di semua perguruan tinggi melakukan pendeteksian dini untuk mencehag masuknya radikalisme ke dalam kampus.

“Rektor bertanggung jawab terhadap ini. Radikalisme (masuk) di dalam kampus, rektor yang bertanggung jawab,” katanya usai menyampaikan kuliah umum di Universitas Negeri Semarang
Nasir mengingatkan bahwa paham radikalisme bisa menjangkiti dosen maupun mahasiswa. Untuk itu dia mengaku sudah menyiapkan regulasi, termasuk sanksi.

“Untuk antisipasi, kami bersama kementerian-kementerian lain sedang menyiapkan regulasi untuk menguatkan langkah antiradikalisme,” kata Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis pada Universitasa Diponegoro itu.

sementara itu,Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius menegaskan perguruan tinggi adalah wadah pendidikan yang menjadi pusat persemaian calon tunas bangsa generasi penerus yang harus steril dari hal negatif.

“Hal negatif, seperti radikalisme, narkoba, dan lain sebagainya. Kami secara aktif dan masif melaksanakan ini dengan Kemenristek Dikti. Ke depan juga dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” kata dia.

Suhardi menekankan perlunya kepedulian dari seluruh civitas akademika untuk memahami dinamika di kampus demi endeteksi radikalisme sejak dini.karena proses Radikalisme merupakan paham yang ditanamkan dengan waktu yang lama.sehingga dengan melakukan pendeteksian diri maka potensi Radikalisme dan teroris bisa dihindarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.