MEDANHEADLINES,Medan – Seratusan Warga Desa Mekar Sari berunjuk Rasa ke kantor Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sumut, Senin (03/04/2017),kedatangan warga ini untuk mengadukan permasalahan lahan mereka yang di ambil alih oleh PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) Malaysia.
Disela-sela orasinya , salah seorang massa menceritakan penderitaan mereka akibat rumah yang mereka tempati selama bertahun-tahun digusur paksa oleh PT LNK serta Bagaimana sekarang anak-anak harus bersekolah tanpa seragam.
“Waktu digusur kemarin, kami mau ambil seragam anak sekolah gak di kasih. Sekarang anak kami sekolah gak pakai seragam,” keluh Tumini (50) salah satu warga Desa Mekar Jaya
Kini Tumini dan warga lainnya harus tidur beratap tenda. Apalagi saat hujan, mereka harus menahan udara dingin. “Kita tidur di sana pakai plastik. Rumah kami sudah digusur sama Kepong,” katanya.
Sambil menangis terisak, Tumini juga bercerita tentang anak-anaknya. Mereka terancam kelaparan karena tak punya penghasilan lagi.
“Kalau kami ini gak apa. Tapi yang jadi pikiran ini anak kami. Kami mau makan pun gak ada.
Kalau kami kelaparan gak apa. Anak kami?,” Tuturnya
Ia juga menceritakan Saat penggusuran Senin (27/03/2017), PT LNK masuk ke lahan warga bersama Satpol PP, Polisi dan TNI itu membawa alat berat dan langsung meratakan rumah warga.
Sementara itu, Ketua Umum DPW Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumut Zubaidah, mengutuk keras penggusuran yang terjadi. Dia mengatakan, apa yang dilakukan PT LNK sudah melanggar instruksi Presiden Joko Widodo soal percepatan reforma agraria.
“PT LNK, Pemprov dan Pemkab telah ingkar kepada instruksi Jokowi sebagai presiden. Mereka tidak patuh terhadap instruksi reforma agraria,” katanya.
Zubaidah juga bilang, PT LNK mengingkari Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Sumut pada 30 Januari 2017 lalu.
“Hasil RDP memutuskan agar kedua belah pihak yang berkonflik agar mendinginkan suasana. Apalagi lahan itu sedang dalam status quo,” pungkasnya. (pra)











