MEDANHEADLINES,Medan – Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution Mengingatkan Banyaknya negara yang hancur terjadi akibat adu domba yang menciptakan ketidakpercayaan rakyat terhadap pemimpinnya.
Hal ini diungkapkannya saat Menjadi salah satu Narasumber dalam Diskusi Umum Leadership dan Proxy War yang diselenggarakan FKPPI 0201 Medan dan Gerakan Mahasiswa Pelajar Medan di Aula Kodim 0201/BS.
“Jadi jangan mudah kita untuk dipengaruhi dan diadu domba yang pada akhirnya dapat menjadi pemecah belah di antara kita,” kata Wakil Wali Kota Medan, Ir. Akhyar Nasution
Dalam diskusi menghadirkan nara sumber Dandim 0201/BS, Kolonel Inf Bambang Herqutanto dan Kasat Intelkam Polrestabes Medan, Borotan Sialagan itu, Akhyar memaparkan, cara menghempang adu domba itu adalah masyarakat tidak gampang percaya dengan isu yang berkembang.
“Selain itu, kita tidak bisa lagi berfikir sektarian, kita tidak bisa lagi berfikir ini kelompokku, karena sekarang ini boleh dikatakan saatnya borderless state negara tanpa batas,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu Wakil Walikota juga berbicara soal proxy war yang merupakan sistem perang asimetris. Dalam sistem perperangan seperti ini musuh tidak terlihat dan dapat muncul kapan saja dan dari arah mana saja, bahkan sistem perperangan seperti ini tidak lagi menggunakan senjata atau militer seperti perang pada umumnya.
Sistem perang seperti ini menggunakan cara-cara yang tidak terlihat seperti dengan menyebarkan narkotika atau mengembangkan isu-isu di masyarakat yang dapat membuat masyarakat tidak lagi percaya kepada pemimpinya.
“Bila rasa ketidakpercayaan itu telah muncul di masyarakat, maka negara ini dapat dengan mudah dihancurkan oleh pihak-pihak lain yang ingin menguasai negara ini,” jelasnya.
Hal yang senada juga disampaikan Dandim 0201/BS, Kolonel Inf Bambang Herqutanto. Dia mengungkapkan sumber daya alam ini yang menjadi rebutan bagi negara-negara lainya dengan menggunakan berbagai cara.
Namun Bambang Herqutanto berkeyakinan, sumber daya alam ini tetap dapat dijaga bila para pemudanya bertanggung jawab dan memiliki leadership yang kuat, karena pemudahlah yang akan melanjutkan pembangunan bangsa ini.
“Harapan kita negara ini tetap ada sampai akhir zaman, karena kita telah melahirkan banyak pemuda hebat yang ahli di berbagai bidang, ” harap Dandim.
Sebelumnya, Ketua FKPPI Kota Medan Wing Zore Ketaren menjelaskan, diskusi umum tentang Leadership & Proxy War ini diadakan untuk mencari sosok pemimpin sejati, karena menurutnya pemimpin yang baik ialah pemimpin yang dapat melakukan regenerasi kepemimpinan. (rls)












