MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pendidikan pariwisata untuk para mahasiswa, tidak hanya cukup hanya dengan memberikan teori di dalam kelas, karena pekerjaan yang berkaitan dengan pariwisata lebih banyak secara langsung dilaksanakan di lapangan.
Sebab itu, Poltekpar Medan harus menyiapkan berbagai cara dan konsep yang akan dilakukan di lapangan untuk memberikan pembelajaran dan pengalaman kepada mahasiswa.
Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya mengatakan Politeknik Pariwisata Medan harus menjalankan fungsi 3C untuk sukses dalam menjalankan pendidikan pariwisata.
“Pembelajaran teori dan praktik harus disusun dengan baik dalam kurikulum pendidikan”ujarnya.
Salah satunya adalah melalui program Field Case Study yang dilaksanakan oleh program Manajemen Perencanaan dan Pemasaran Pariwisata (MPPP) ke beberapa daerah salah satunya berlokasi di Pantai Mangrove Kampung Nipah Desa Sei Nagalawan Serdang Bedagai. Acara ini dilakukan sejak 20 hingga 26 April 2019.

Field case study ini untuk juga merupakan implementasi dari pembelajaran teori yang sudah dipelajari mahasiswa mahasiswi mppp di Politeknik Pariwisata Medan.
Para Mahasiswa MPPP melakukan kuunjungan untuk merencanakan pengembangan dan pemasaran destinasi. Dimulai dari kegiatan observasi, dilanjutkan dengan merencanakan pengembangan destinasi dengam membuat project dan mapping lokasinya. Yang nantinya akan menghasilkan langkah-langakah apa yang akan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pariwisata dan potensi lokal dari masyarakat setempat.
Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri menyampaikan Poltekpar Medan harus melakukan kegiatan seperti ini lebih banyak lagi dan konsisten agar SDM Pariwisata yang dihasilkan dapat siap kerja di lapangan.
Wisata pantai mangrove sendiri merupakan wisata yang berbasis alam dan edukasi. Pengunjung dapat mengetahui tentang hutan bakau, biota menikmati kuliner hidangan seafood. Pengunjung dapat langsung melihat ikan kakap putih, kepiting dan udang.
“Hasil Field Case Study ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada para pelaku wisata, sehingga kunjungan ini tidak hanya memberikan mafaat kepada mahasiswa,” kata Anwari Masatip Direktur Politeknik Pariwisata Medan. (raj)












