MEDANHEADLINES.COM, Medan – Upaya Rekonsiliasi para pasangan calon presiden yang diwacanakan sejumlah pihak mendapat apresiasi dari sejumlah akademisi yang salah satunya adalah Rektor Universitas Universitas Sumatera Utara atau USU, Runtung Sitepu.
Menurut Runtung , Rekonsiliasi menjadi hal yang penting demi menurunkan tensi pasca pemilihan presiden.
Dikatakannya, Pertemuan dua pasangan calon bisa menjadi kunci dalan menciptakan suasa tenang ditengah-tengah masyarakat.
“Kalau kedua tokoh ini bertemu, mampu menciptakan suasa ketenangan pasca pemilu ini dan pasca penghitungan suara oleh KPU kedepan,” ujar Runtung,Jumat, 26 April 2019.
Runtung juga berpendapat perbedaan pandangan politik adalah hal biasa dalam proses demokrasi. Terpenting, semua pihak dapat kembali bergandengan sebagai bangsa setelah kontestasi politik. Jika tidak, Runtung khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diingankan dan justru merugikan bangsa Indonesia.
Bagi Runtung, siapapun yang menjadi Presiden mendatang mengemban tugas berat. Yaitu menjalankan amanah rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Baik yang memilihnya dalam Pemilu maupun yang tidak, kepentingan masyarakat keseluruhan harus tetap diutamakan.
Sementara bagi yang kalah, tidak tertutup kemungkinan untuk memberikan masukan kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Berbagai keluhan masyarakat yang dijumpai selama kampanye dapat dijadikan saran dalam usaha semakin memajukan Indonesia.
Sementara bagi masyarakat, Runtung mengajak untuk menunggu putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Jadi kita himbau kepada seluruh lapisan masyarakat bersabar menunggu pengumuman resmi dari KPU. Sebagai lembaga yang diberikanan amanah, mari kita berikan ruang bagi KPU untuk memutuskan siapa yang terpilih dalam Pilpres ini,” sambung Runtung.
Runtung mengatakan jikapun ada temuan mengenai pelanggaran hukum dalam Pemilu, silahkan membuat laporan dengan mengajukan bukti-bukti formil dan materil. Biarkan dari laporan yang diterima, kemudian diputuskan oleh lembaga-lembaga terkait apakah dinyatakan melanggar peraturan atau tidak.
Dirinya berharap seluruh pihak mampu memelihara keamanan nasional. Tokoh masyarakat, agama, cendikiawan, akademisi hingga partai politik, diajaknya untuk mengambil peran lebih melalui penyampaian narasi yang menyejukkan. Siraman rohani bisa membuat masyarakat dapat menahan diri melakukan sesuatu yang berpotensi membuat perpecahan.
Runtung yakin dengan kemajemukan dan kedewasaan masyarakat di Indonesia, suasana di Indonesia akan tetap aman dan terkendali.
“Saya yakin kedua pasangan sebenarnya mempunyai kebijaksanaan untuk melakukan (rekonsiliasi). Masyarakat kita pun pasti saya yakin cukup dewasa dalam menanggapi perbedaan. Bagaimana pun kemenangan pemilu adalah kemenangan bersama seluruh rakyat indonesia,” tutupnya. (ask)












