MEDANHEDLINES.COM, Medan- Ribuan pendukung Calon Presidan dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf berdesakan memasuki gedung Stadion Mini Futsal Dispora Sumut, yang berada di Jalan Pancing, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Jumat (5/4) sejak pukul 19.30 WIB.
Kehadiran massa pendukung dari berbagai daerah itu untuk menghadiri acara Silaturahmi Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo dengan Masyarakat Sumatera Utara. Meskipun hanya tamu yang memiliki undangan khusus yang diperbolehkan masuk ke dalam gedung. Namun massa pendukung yang tak memiliki undangan resmi masih tampak antusias menunggu kehadiran Jokowi di luar gedung.
Jokowi yang awalnya dijadwalkan hadir pukul 19.30 WIB, namun hingga pukul 21.00 WIB, belum juga tampak hadir. Meskipun lama menunggu, semangat pendukung tidak luntur, bahkan mereka bertambah semangat karena dihibur dengan denduman musik grup band yang sengaja didatangkan dari ibu Kota Jakarta.
Tembang lawas Karmila dan Goyang Jempol menggoncang seisi gedung. Tak sedikit dari massa pendukung yang ikut bergoyang sembari meneriaki yel-yel kemenangan Jokowi- Ma’ruf.
“Jokowi-Ma’ruf…menang…menang…menang, amin,” teriak massa pendukung sambil mengangkat jempol ke atas
Sekira pukul 21. 40 WIB, Jokowi tiba di lokasi. Begitu Jokowi didampingi sang isteri Iriana, Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Tohir, Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko dan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly berjalan masuk gedung, pendukung menyambutnya dengan teriakan Jokowi… Jokowi… Jokowi pasti menang. Siap menyapa para pendukungnya, acara dimulai dan Jokowi langsung diberikan kesempatan menyampaikan pidato politiknya.
Pidato pembukaannya Jokowi mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama dari seluruh etnis dan para pendukung yang masih mau menunggunya hingga pukul 22.00 WIB.
“Ini menunjukkan militansi dan menunjukkan kekutan kita semua di Sumatera Utara,” kata Jokowi disambut teriakan para pendukung.
Menurut catatan, sambung Jokowi, di 2014 Jokowi-JK menang 55 persen di Sumatera Utara. Tapi tahun ini menurut hitungan dan kalkulasinya, Jokowi-Ma’ruf harus menang lebih dari 65 persen.
“Sanggup…sanggup…sanggup? kalau sanggup angkat jempolnya,” serunya kepada para pendukung.
Tapi, mantan Gubernur DKI Jakarta ini kembali mengingatkan kepada pendukungnya untuk tetap hati-hati. Di 2014 ia menang 55 persen, padahal saat itu ia belum memiliki keluarga di Sumatera Utara, tapi sekarang sudah.
“Sekarang saya sudah memiliki keluarga Sumatera Utara, Bobby maju sini. Saya sekarang sudah punya anak yang mamanya Bobby Nasution di Sumatera Utara, kalau nanti 2019 ini tidak nambah awas, awas kalau tidak nambah,” ingat Jokowi kepada Bobby dan para pendukung.
“Sanggup minimal 65 persen? Sanggup? Karena banyak kabupaten yang sudah saya hitung, ada yang menyanggupi dapat 95 persen bisa, ada yang menyanggupi diatas 80 persen bisa, ada juga yang menyanggupi di atas 95 persen bisa,” bebernya.
Jokowi menyakini jika seluruh pendukungnya benar-benar bekerja keras di 13 hari menjelang Pemilu. Hitung-hitungan dan kalkulasinya untuk meraih suara di atas 65 persen itu bukanlah hal yang sulit.
“Jangan sampai ada isu-isu, fitnah-fitnah, hoaks. Semua harus berani melawan, Siap? Jadi, 17 April nanti, malamnya saya tinggal telpon, haloo… Sumatera Utara dapat berapa? Nah hati-hati, di sini banyak tokoh besar, banyak sekali ulama, banyak tokoh masyarakat, banyak tokoh etnis. Tapi saya yakin jika semuanya mau bekerja keras, suara di atas 60 persen itu bukan barang sulit, melainkan itu barang yang mudah,” ucapnya.
Jokowi juga kembali mengingatkan para pendukung untuk bisa menjawab dan meluruskan kepada masyarakat terkait berita hoaks, fitnah yang selama ini menderanya. Mulai dari kampung-kampung, rumah-rumah dan wilayah lainnya. Itu sudah banyak masuk, contohnya
jika Jokowi-Ma’ruf menang pendidikan agama diapus, itu bohong. Selanjutnya, kalau menang, perkawinan sejenis diperbolehkan, itu bohong.
Setelah menyampaikan isu dan berita hoaks tentang dirinya, Jokowi tidak lupa menyebut manfaat tiga kartu yang menjadi program andalannya jika ia kembali terpilih.
“Sudah tau semuanya tentang kartu ini sambil menunjuk tiga kartu yang dipegang-nya. Kalau sudah tau, ndak saya terangin lagi,” candanya yang langsung disambut teriakan pendukung minta diterangin.
Mendengar itu, dengan semangat Jokowi menerangkan nama dan fungsi dari ketiga kartu tersebut. Pertama Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, kartu ini untuk lulusan SMA dan SMK yang ingin meneruskan kuliah. Mereka nanti akan kita beri beasiswa melalui kartu KIP kuliah ini, baik untuk anak didik perguruan tinggi baik dalam negeri maupun di luar negeri.
Kedua ada juga kartu pra kerja diperintukan bagi lulusan sma dan smk untuk bisa ikut training dan pelatihan baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga setelah mengikuti pelatihan bisa masuk di dunia kerja dan bisa bekerja. Kalau belum mendapatkan kerja, dengan kartu ini akan diberikan insentif honor setiap bulan dalam kurun waktu tertentu.
“Siapa yang setuju dengan kartu pra kerja tunjuk jari? yang gak setuju silakan maju,” ujarnya.
Terakhir yaitu kartu sembako murah, kartu ini diberikan untuk ibu-ibu agar bisa berbelanja dengan diskon yang besar untuk membeli sembako beras, gula, minyak dan lainnya. Tujuannya agar anak-anak Indonesia gizinya terpenuhi.
“Tapi perlu saya sampiakan, tiga kartu ini baru aktif tahun depan, bukan tahun ini. Karena ini adalah programnya Capres, sehingga dianggarkan pertengahan tahun ini dan tahun depan baru bisa keluar ketiga kartu ini,” jelas Jokowi.
Selesai menyampaikan pidato politiknya, Jokowi bersama rombongan langsung meninggalkan lokasi. Pantauan medanheadlines.com, ketika berjalan menuju pintu keluar para pendukung bedesak-desakan untuk menyalam, berfoto selfi dan hanya sekedar mengambil gambar Jokowi.
Besarnya antusias pendukung sempat membuat aksi dorong-dorongan yang membuat petugas keamanan kewalahan menghalau pendukung yang ingin berdekatan dengan Jokowi. Meskipun menuju pintu keluar penuh sesak, Jokowi tetap melemparkan senyum khasnya kepada para pendukungnya. (afd)










