MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencurigai terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada pekan lalu sedikit banyak dipengaruhi ulah manusia.
Plh. Sekretaris Daerah Sumatera Utara Ibnu Sri Hutomo mengungkapkan kecurigaan tersebut seusai pembukaan kegiatan 8th Indonesia Climate Change Education Forum & Expo di Kota Medan, Rabu (17/10).
“Banjir bandang di Madina, Polres sekarang sudah turun langsung memeriksa itu (pembalakan hutan),” ungkapnya.
Jika nanti ditemukan adanya pelanggaran, dia memastikan Pemprov Sumut akan meminta kepolisian menindak pihak-pihak yang terlibat.
Pemprov sendiri mensinyalir ada sesuatu yang tidak benar, terjadi di Madina, terkait dengan kawasan resapan air sehingga terjadi banjir bandang.
“Tetapi kami belum menyimpulkan bahwa banjir di sana akibat dari persoalan ekologi, tetapi kami lihat memang ada arah ke sana” ujarnya.
Lebih jauh dia mengatakan Pemprov sejauh ini telah berupaya terlibat semaksimal mungkin menekan kebakaran hutan dan lahan di daerahnya.
Hal itu terlihat sepanjang tahun ini hampir tidak ada kebakaran hutan dan lahan terjadi di Sumut.
“Tahun ini hampir tidak terasa asap di Sumut, berbeda dari tahun- tahun lalu,” ujarnya.
Pada Jumat (12/10) terjadi bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal yang menelan belasan korban jiwa.
Bencana itu terjadi di 11 kecamatan di setelah didera hujan lebat yang turun pada Kamis hingga Jumat.
Bencana ini juga mengakibatkan tiang-tiang listrik roboh dan rumah-rumah mengalami kerusakan berat.(cep)












