Kantor BMKG Wilayah 1 Medan
MEDANHEADLINES.COM, Medan – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan bersama seluruh Unit Pelayanan Teknis (UPT), di antaranya Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Klimatologi Deliserdang, Stasiun Geofisika Tuntungan dan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan melaksanakan rapat koordinasi tentang upaya pengurangan resiko bencana melalui pembangunan sistem layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika berbasis teknologi informasi
“Sebab saat ini BMKG Medan belum memilki sebuah sistem yang terintegrasi dalam mendukung layanan informasi meteorologi, klimatologi dan geofisika berbasis teknologi informasi,” ungkap Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Edison Kurniawan
Edison menjelaskan, dengan adanya sistem ini maka diharapakan dapat memberikan informasi diantaranya informasi prakiraan cuaca harian, cuaca maritim, cuaca danau toba, peringatan dini cuaca ekstrim, prakiraan awal musim dan gempa bumi.
“Berdasarkan hasil kesepakatan, sistem informasi ini akan berbasis Android sehingga mampu diakses oleh stakeholder. Dalam taraf awal uji coba, BMKG Medan melakukan beberapa tahapan, diantaranya sosialisasi kepada seluruh stakeholder yang berkepentingan, seperti Gubernur melalui Sekretaris Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Dinas Perhubungan Sumut, Dinas Kominfo Sumut, dan BPBD Kota Medan,” jelasnya.
Edison Menambahkan, Sosialisasi ini diharapkan dapat menjembatani keinginan stakeholder dan menyerap aspirasi terkait desain informasi tersebut.
” Kita Berharap agar peluncuran (launching) aplikasi ini dapat dilaksanakan bertepatan dengan Pelaksanaan Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) tahun 2018 yang akan dilaksanakan di Kota Medan tanggal 19-26 Oktober 2018 mendatamg,” Ujarnya
Terkait Pelaksanaan uji coba aplikasi ini, Edison juga berharap mendapat dukungan dan rekomendasi baik dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
” Karena Aplikasi ini tidak hanya sekedar menyampaikan informasi peringatan dini cuaca, iklim dan kegempaan. Namun dapat melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar turut serta dalam upaya-upaya penanggulangan bencana, sehingga dapat meminimalisir kerugian baik fisik maupun materi,” pungkasnya.(red)












