Sumut  

Perluas Segmen Premium, PLN Sumut Jalin Kerjasama Dengan Pemprovsu

PLN Sumut
General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto (kanan) dan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Deni S Wardhana, menunjukkan nota kerjasama kesepahaman layanan listrik prioritas yang telah diteken, di Medan, Senin 1 Oktober 2018.

MEDANHEADLINES.COM, Medan – PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara memperluas layanan listrik segmen premium melalui jalinan kerjasama kesepahaman dengan pemerintah provinsi dan beberapa pihak dari dunia usaha.

PLN menandatangani MoU layanan premium dengan Bank Sumut, Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sumut dan Rumah Sakit Royal Prima. Royal Prima merupakan pelanggan rumah sakit pertama di Sumut yang memanfaatkan layanan prioritas PLN.

Selain itu, MoU juga diteken PLN dengan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) serta Apersi Bersatu di Sumut, terkait dengan penyambungan baru di perumahan. Kemudian juga PLN meneken MoU mengenai protokoler bandara dengan PT Gapura Angkasa.

Adapun MoU dengan Pemprov Sumut adalah tentang sinergi informasi terkait dengan penanaman modal dan kemudahan mendapatkan listrik bagi investor yang ada di Sumut. Penandatanganan MoU ini dilakukan langsung General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, melalui Wakil Gubernur Musa Rajekshah.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto, berharap MoU dengan Pemprov Sumut dapat menunjang pertumbuhan investasi, ekonomi dan pariwisata di provinsi ini. Dia memastikan PLN siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan Sumut menjadi destinasi investasi dan pariwisata.

Dari sisi layanan, Wiluyo mengungkapkan, saat ini layanan PLN sudah diterapkan secara berjenjang. “Mulai dari layanan biasa sampai layanan prioritas yang terdiri dari empat kategori, yakni bronze, silver, gold dan platinum,” ujarnya seusai penandatanganan MoU di aula gedung PLN Wilayah Sumut di Medan, Senin (1/10).

Mengenai kemampuan daya, dikatakannya, saat ini beban puncak listrik di Sumatra Utara mencapai 2.150 MW, tetapi PLN sudah mampu menyediakannya bahkan memiliki cadangan (reserve margin) sebesar 10-20 persen atau sekitar 300 MW.

Dengan besarnya daya tersebut PLN Sumut bahkan sudah mampu memasok listrik ke Aceh sekitar 100 MW. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, PLN juga akan mendapatkan tambahan daya lagi dari beberapa pembangkit baru yang saat ini sedang dibangun.

Seperti PLTU Pangkalan Susu 3 dan 4 berkapasitas 2×200 MW (tahun depan akan masuk sistem kelistrikan), PLTA Asahan 3, PLTA Batang Toru serta PLTP Sorik Merapi.

General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto menambahkan, dengan kondisi dibatas saat ini PLN sudah siap mendukung Sumatra Utara untuk menarik investor sebanyak-banyaknya. Begitu pun ikut menumbuh kembangkan pariwisata dan perekonomian dengan menjadikan Sumut sebagai tujuan investasi.

“Kami siap memberikan berapapun kebutuhan daya listriknya,” ujar Feby.

Dikatakannya juga bahwa pertumbuhan listrik di Sumut sepanjang 2018 mencapai 9%. Angka pertumbuhan tersebut dinilainya tergolong sangat tinggi karena setara dengan dua kali lipat pertumbuhan listrik secara nasional.

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, memastikan Gunernur dan dirinya mendukung penuh sinergi antara PLN dengan Pemprov Sumut. Dia berjanji Pemprov Sumut akan memberi dukungan berupa kemudahan pelayanan satu pintu sesuai dengan kebutuhan pembangunan kelistrikan untuk mendukung investasi.

“Energi listrik sangat penting karena pasti dibutuhkan baik oleh investor maupun masyarakat. Kerjasama ini dapat membuat investor semakin yakin untuk menanamkan modal dan mendorong perekonomian Sumut,” ujarnya. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.