presiden Jokowi saat menghadiri pameran Indo Livestock 2018 Expo & Forum di JCC Senayan, Jakarta
MEDANHEADLINES.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan perkembangan peternakan di Indonesia berkembang dengan pesat mengingat banyaknya produk Pascasembelih seperti Nuget dan sosis asal Indonesia yang di Ekspor kenegara lain
Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi Indo Livestock 2018 Expo & Forum di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta beberapa waktu yang lalu
“ Ada nugget dan sosis yang mulai masuk ke Jepang dan akan mulai masuk ke Vietnam, akan masuk ke Malaysia. Saya kira ini sebuah loncatan dari industri peternakan yang kita harapkan nanti mampu memperbaiki neraca perdagangan kita karena banyak saya kira orientasinya ke luar, ekspor,” tutur Presiden.
Kegiatan pameran yang dihelat sejak 4 Juli 2018 ini diikuti oleh berbagai pelaku, baik pengusaha, peneliti, pemerhati, produsen, konsumen, dan lembaga pemerintah yang bergerak di sektor peternakan dan perikanan. Peserta pameran juga tidak hanya berasal dari dalam negeri saja, tetapi juga dari luar negeri.
“Saya lihat ini banyak perusahaan luar negeri yang ikut pameran tapi banyak juga perusahaan dalam negeri yang sudah mulai juga memperkenalkan peralatan-peralatan modern,” lanjut Kepala Negara.
Dari peralatan modern yang digunakan, Presiden menyebutkan bahwa pada pameran yang mengusung tema “Protein Hewani Sumber Kedaulatan Pangan Indonesia dalam Rangka Meningkatkan Pasar Global” ini salah satunya adalah gelembung mikro yang bisa meningkatkan produksi ikan di kolam hingga 30-40 persen.
“Hal-hal seperti ini yang saya kira akan terus dikembangkan karena apapun kebutuhan kita di industri peternakan saya kira masih banyak sekali peluang yang bisa dimanfaatkan oleh dunia usaha, oleh masyarakat kita juga,” tutur Presiden Jokowi.
Selain itu, Presiden juga terkesan dengan beberapa industri peternakan dalam negeri seperti industri peternakan ayam kampung yang mampu menghasilkan hingga 100.000 DOC (day old chick/pasokan bibit ayam pedaging). Padahal, lanjutnya, dulu industri ayam kampung sempat diperkirakan akan hilang.
“Saya kira tadi misalnya industri peternakan ayam kampung yang satu bulan bisa memproduksi tadi berapa 100 ribu DOC. Yang dulu kita perkirakan bahwa ayam kampung itu akan hilang, ternyata enggak. Justru produksinya semakin banyak karena ada perusahaan yang bergerak di situ dan ini perusahaan baru tapi produksinya 100 ribu per bulan itu jumlah yang sangat besar,” kata Presiden.
Sebagai informasi, Pameran ini adalah pameran akbar di bidang industri peternakan, kesehatan hewan, pakan ternak, pengolahan susu, dan perikanan.(red)












