Menurut data Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi di sektor pariwisata pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan hingga 31 persen atau senilai USD1,7 miliar dan ditargetkan mencapai USD2 miliar pada akhir tahun ini.
“Sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan mampu menyumbang produk domestik bruto sebesar 15 persen, Rp280 triliun untuk devisa negara, 20 juta kunjungan wisatawan manca negara, 275 juta perjalanan wisatawan nusantara dan menyerap 13 juta tenaga kerja pada 2019,”ujarnya Sabtu (9/6/2018).
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi investasi tumbuh pesat pada tahun ini selain e-commerce.
Pariwisata Indonesia yang merupakan komoditas paling berkelanjutan dan menyentuh hingga ke level paling bawah masyarakat, setiap tahun mengalami peningkatan performa cukup tinggi jika dibanding komoditas-komoditas unggulan lainnya, seperti minyak, gas, batu bara, serta kelapa sawit.
“Lebih jauh, sektor pariwisata akan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih tersebar di seluruh pelosok negeri,”terangnya.
Berdasar data World Economic Forum, peringkat daya saing pariwisata Indonesia di dunia terus mengalami loncatan positif, dari ranking 70 pada 2013 menjadi ranking 50 pada 2015. Pada tahun 2017, indeks daya saing pariwisata Indonesia kembali melesat naik 8 peringkat ke urutan 42 dan ditargetkan bisa mencapai ranking 30 pada tahun 2018. (raj)











